24.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Banner Mobile (Anymind)

Temui Kemenkop UMKM, Gubernur OD Bahas Koperasi Nelayan

- Advertisement -

MANADOPOST.ID— Di tangan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD), Provinsi Sulut terus mendapat perlakuan istimewa dari Pemerintah Pusat. Selain penghargaan demi penghargaan terus dipersembahkan ODSK ke warga Sulut, program-program infrastruktur dan non infrastruktur juga terus mengalir ke Sulut.

Kali ini, Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UMKM akan menjadikan Sulut role model untuk penerapan korporatisasi pertanian dan program khusus koperasi nelayan dalam rangka penguatan ekonomi berbasis pangan. Bantuan pemerintah tidak hanya permodalan saja tapi juga kepastian agregator, untuk berbagai produk antara lain kelapa, perikanan dan udang.

Demikian ditegaskan Menkop UMKM Teten Masduki saat menerima Gubernur Sulut Olly Dondokambey di ruang kerjanya, Kamis (16/9) di Jakarta. Keduanya membahas konsep pengembangan produk pertanian dan perikanan daerah berbasis koperasi dan UMKM. “Kami melihat gebrakan pak Gubernur Olly untuk memacu sektor pertanian dan perikanan perlu didukung. Kami akan siapkan beberapa skema untuk kelembagaan seperti koperasi nelayan juga pola korporatisasi petani. Jadi kita memang tidak bisa membiarkan petani itu maju dan berkembang dengan skala kecil, harus dalam bentuk korporatisasi. Pengalaman negara maju seperti New Zealand dan Norwegia seperti itu,” ujar Menkop UMKM Teten.

- Advertisement -

Bahkan sejumlah usulan dari Gubernur OD direspon positif Menkop dan UMKM Teten Masduki. Dirinya menilai bahwa berbagai pola yang diusulkan Gubernur OD, akan langsung dijadikan program nasional yang akan dimulai dari sulut. “Ide brilian pak Gub Olly Dondokambey, akan kita langsung terapkan di Sulut. Tim kami akan turun bersama dengan KKP untuk wujudkan program ini. Apalagi kami sebetulnya hanya tinggal mendukung saja karena Pak Gubernur Olly Dondokambey sendiri sudah berhasil. Kami akan lintas kementerian untuk wujudkan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur OD menyambut baik dukungan ini dan menyampaikan berbagai langkah yang sedang dijalankan pemerintah daerah di bidang kelautan dan perikanan serta pertanian. “Hikmah dari Covid-19 ini antara lain bagi kami dengan memberdayakan potensi pertanian dan kelautan secara serius. Permintaan ekspor kan cukup tinggi, sehingga peluang inilah kita manfaatkan. Pemerintah daerah intervensi mulai dari standardisasi produk hingga menyiapkan armada angkut pesawat yakni Garuda Indonesia. Nah setelah alur ekspor ini terbentuk harus kita jaga dan kembangkan lagi,” sebutnya.

Terkait program khusus koperasi nelayan, Gubernur OD mengusulkan agar tidak hanya fokus di nelayan saja tetapi juga terintegrasi dengan penjualan. “Jadi konsepnya kooperasi yang membawahi nelayan akan terintegrasi dengan kooperasi untuk penjualan hasil tangkapan ikan. Contoh, jika suaminya nelayan yang melaut nanti hasil tangkapan yang memasarkannya di pelelangan ikan adalah istri mereka sendiri. Semua di bawah naungan koperasi. Model seperti ini kan membuat ekonomi keluarga lebih sejahtera dan kooperasi juga maju,” bebernya.

Pada pertemuan tersebut, Menkop UMKM didampingi Staf Khusus Riza Damanik dan Gubernur Olly Dondokambey didampingi Michael Umbas. Direncanakan Menkop UMKM dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono akan berkunjung ke Sulut untuk meluncurkan program ini. “Ini momentum paling tepat, karena kebutuhan pangan dunia sangat tinggi. Jadi ekonomi pangan ini yang kita dorong sesuai arahan Presiden Jokowi. Kita lihat Sulut bisa berperan di Indonesia Timur, dengan potensi perikanan dan kelautan yang melimpah dan sudah ada success story Pak Gubernur Olly,” tandas Teten Masduki. (adv)

MANADOPOST.ID— Di tangan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD), Provinsi Sulut terus mendapat perlakuan istimewa dari Pemerintah Pusat. Selain penghargaan demi penghargaan terus dipersembahkan ODSK ke warga Sulut, program-program infrastruktur dan non infrastruktur juga terus mengalir ke Sulut.

Kali ini, Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UMKM akan menjadikan Sulut role model untuk penerapan korporatisasi pertanian dan program khusus koperasi nelayan dalam rangka penguatan ekonomi berbasis pangan. Bantuan pemerintah tidak hanya permodalan saja tapi juga kepastian agregator, untuk berbagai produk antara lain kelapa, perikanan dan udang.

Demikian ditegaskan Menkop UMKM Teten Masduki saat menerima Gubernur Sulut Olly Dondokambey di ruang kerjanya, Kamis (16/9) di Jakarta. Keduanya membahas konsep pengembangan produk pertanian dan perikanan daerah berbasis koperasi dan UMKM. “Kami melihat gebrakan pak Gubernur Olly untuk memacu sektor pertanian dan perikanan perlu didukung. Kami akan siapkan beberapa skema untuk kelembagaan seperti koperasi nelayan juga pola korporatisasi petani. Jadi kita memang tidak bisa membiarkan petani itu maju dan berkembang dengan skala kecil, harus dalam bentuk korporatisasi. Pengalaman negara maju seperti New Zealand dan Norwegia seperti itu,” ujar Menkop UMKM Teten.

Bahkan sejumlah usulan dari Gubernur OD direspon positif Menkop dan UMKM Teten Masduki. Dirinya menilai bahwa berbagai pola yang diusulkan Gubernur OD, akan langsung dijadikan program nasional yang akan dimulai dari sulut. “Ide brilian pak Gub Olly Dondokambey, akan kita langsung terapkan di Sulut. Tim kami akan turun bersama dengan KKP untuk wujudkan program ini. Apalagi kami sebetulnya hanya tinggal mendukung saja karena Pak Gubernur Olly Dondokambey sendiri sudah berhasil. Kami akan lintas kementerian untuk wujudkan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur OD menyambut baik dukungan ini dan menyampaikan berbagai langkah yang sedang dijalankan pemerintah daerah di bidang kelautan dan perikanan serta pertanian. “Hikmah dari Covid-19 ini antara lain bagi kami dengan memberdayakan potensi pertanian dan kelautan secara serius. Permintaan ekspor kan cukup tinggi, sehingga peluang inilah kita manfaatkan. Pemerintah daerah intervensi mulai dari standardisasi produk hingga menyiapkan armada angkut pesawat yakni Garuda Indonesia. Nah setelah alur ekspor ini terbentuk harus kita jaga dan kembangkan lagi,” sebutnya.

Terkait program khusus koperasi nelayan, Gubernur OD mengusulkan agar tidak hanya fokus di nelayan saja tetapi juga terintegrasi dengan penjualan. “Jadi konsepnya kooperasi yang membawahi nelayan akan terintegrasi dengan kooperasi untuk penjualan hasil tangkapan ikan. Contoh, jika suaminya nelayan yang melaut nanti hasil tangkapan yang memasarkannya di pelelangan ikan adalah istri mereka sendiri. Semua di bawah naungan koperasi. Model seperti ini kan membuat ekonomi keluarga lebih sejahtera dan kooperasi juga maju,” bebernya.

Pada pertemuan tersebut, Menkop UMKM didampingi Staf Khusus Riza Damanik dan Gubernur Olly Dondokambey didampingi Michael Umbas. Direncanakan Menkop UMKM dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono akan berkunjung ke Sulut untuk meluncurkan program ini. “Ini momentum paling tepat, karena kebutuhan pangan dunia sangat tinggi. Jadi ekonomi pangan ini yang kita dorong sesuai arahan Presiden Jokowi. Kita lihat Sulut bisa berperan di Indonesia Timur, dengan potensi perikanan dan kelautan yang melimpah dan sudah ada success story Pak Gubernur Olly,” tandas Teten Masduki. (adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/