29.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Diresmikan Gubernur OD, Sulut Kini Punya Laboratorium PCR Murah

MANADOPOST.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) kembali memperkuat fasilitas kesehatan di daerah. Usai meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), kini Pemprov Sulut menambah fasilitas laboratorium PCR di dalamnya. Laboratorium PRC tersebut, Kamis (19/8) siang, diresmikan secara langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey, didampingi Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Laboratorium PCR milik Pemprov Sulut tersebut, bakal menerapkan biaya yang murah sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Bahkan laboratorium PCR tersebut, bakal digunakan secara komersil dan bisa diakses masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah. Hal ini ditegaskan Gubernur OD, saat diwawancarai koran ini, usai meresmikan laboratorium PCR di RSUD OD-SK Provinsi Sulut.

“Laboratorium PCR yang ada di RSUD Provinsi Sulut ini, khusus untuk melayani kegiatan komersil. Tetapi harganya sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi. Dimana sesuai instruksi, harga tertinggi 490 ribu rupiah. Jadi tidak boleh lebih dari itu. Harga PCR harus murah dan dapat diakses masyarakat secara umum. Kita melayani orang-orang yang biasanya melakukan perjalanan keluar daerah. Sebagai syarat untuk terbang atau melakukan perjalanan,” tuturnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, diberikannya harga murah, agar supaya masyarakat tidak diberatkan atau diambil harga yang tinggi. “Sesuai instruksi presiden seperti itu. Tidak boleh diambil harga yang tinggi untuk masyarakat. Mau cepat 3 atau 4 jam sudah langsung keluar, harganya harus seperti itu. Dan di laboratorium ini, akan mampu memproses 500 sampel pemeriksaan. Nah kalau untuk kegiatan tracking atau masalah pemeriksaan penanganan pandemik Covid-19 itu gratis. Semua biaya ditanggung Pemprov Sulut,” jelasnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, laboratorium PCR bisa melayani untuk pihak swasta yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan. “Jadi misalnya ada perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Provinsi Sulut, membutuhkan PCR. Nah disini kita siapkan laboratoriumnya. Dan kedepannya laboratorium PCR ini akan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Sulut. Tapi pasti PAD tidak akan terlalu banyak, karena kan ini murah. Sesuai dengan tarif yang ditentukan Pak Presiden Jokowi. Itu hanya akan mengganti biaya-biaya laboratorium. Jadi intinya ini untuk mempermudah dan meringankan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr Debie Kalalo juga mengatakan bahwa pihaknya telah menerima edaran Kementerian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, terkait tarif harga PCR. “Iya untuk edarannya sudah kita terima. Dan sudah kita tindaklanjuti untuk kembali dikirimkan ke 15 kabupaten/kota serta pihak RS baik milik pemerintah maupun RS swasta. Nah diedaran tersebut, sudah dimintakan agar harga PCR harus sama. Tidak boleh tarif melewati apa yang telah disampaikan Pak Presiden Jokowi,” tandasnya. (adv)

MANADOPOST.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) kembali memperkuat fasilitas kesehatan di daerah. Usai meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), kini Pemprov Sulut menambah fasilitas laboratorium PCR di dalamnya. Laboratorium PRC tersebut, Kamis (19/8) siang, diresmikan secara langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey, didampingi Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Laboratorium PCR milik Pemprov Sulut tersebut, bakal menerapkan biaya yang murah sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Bahkan laboratorium PCR tersebut, bakal digunakan secara komersil dan bisa diakses masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah. Hal ini ditegaskan Gubernur OD, saat diwawancarai koran ini, usai meresmikan laboratorium PCR di RSUD OD-SK Provinsi Sulut.

“Laboratorium PCR yang ada di RSUD Provinsi Sulut ini, khusus untuk melayani kegiatan komersil. Tetapi harganya sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi. Dimana sesuai instruksi, harga tertinggi 490 ribu rupiah. Jadi tidak boleh lebih dari itu. Harga PCR harus murah dan dapat diakses masyarakat secara umum. Kita melayani orang-orang yang biasanya melakukan perjalanan keluar daerah. Sebagai syarat untuk terbang atau melakukan perjalanan,” tuturnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, diberikannya harga murah, agar supaya masyarakat tidak diberatkan atau diambil harga yang tinggi. “Sesuai instruksi presiden seperti itu. Tidak boleh diambil harga yang tinggi untuk masyarakat. Mau cepat 3 atau 4 jam sudah langsung keluar, harganya harus seperti itu. Dan di laboratorium ini, akan mampu memproses 500 sampel pemeriksaan. Nah kalau untuk kegiatan tracking atau masalah pemeriksaan penanganan pandemik Covid-19 itu gratis. Semua biaya ditanggung Pemprov Sulut,” jelasnya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, laboratorium PCR bisa melayani untuk pihak swasta yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan. “Jadi misalnya ada perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Provinsi Sulut, membutuhkan PCR. Nah disini kita siapkan laboratoriumnya. Dan kedepannya laboratorium PCR ini akan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Sulut. Tapi pasti PAD tidak akan terlalu banyak, karena kan ini murah. Sesuai dengan tarif yang ditentukan Pak Presiden Jokowi. Itu hanya akan mengganti biaya-biaya laboratorium. Jadi intinya ini untuk mempermudah dan meringankan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr Debie Kalalo juga mengatakan bahwa pihaknya telah menerima edaran Kementerian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, terkait tarif harga PCR. “Iya untuk edarannya sudah kita terima. Dan sudah kita tindaklanjuti untuk kembali dikirimkan ke 15 kabupaten/kota serta pihak RS baik milik pemerintah maupun RS swasta. Nah diedaran tersebut, sudah dimintakan agar harga PCR harus sama. Tidak boleh tarif melewati apa yang telah disampaikan Pak Presiden Jokowi,” tandasnya. (adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/