24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

KPU Sulut Turun Langsung di Simulasi Pemungutan Suara Mitra

MANADOPOST.ID— Jumat (20/11), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memantau langsung simulasi pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2020 yang digelar di Kelurahan Wawali Pasan, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Hadir langsung Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh, Lanny Ointoe, dan Yessy Momongan. Kegiatan layaknya hari H pencoblosan 9 Desember ini, memberlakukan protokol kesehatan pencegahan pengendalian Covid-19.

Simulasi dimulai pukul 07.00 Wita. Protokol kesehatan yang dipakai di antaranya pemilih wajib antre dengan menggunakan jarak. Mencuci tangan pakai sabun, pengukuran suhu badan dengan Thermogun, pemakaian sarung tangan, memasukkan formulir pemberitahuan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Selanjutnya kembali antre di tempat yang telah diatur dengan diberi jarak, membuka kertas suara agar dipastikan kertas suara tidak rusak, melakukan pencoblosan di bilik suara, memasukan kertas suara, membuang sarung tangan, dan ditetesi tinta. Warga pun yang datang membawa alat tulis sendiri dari rumah.

Ketua KPU Mitra Wolter Dotulong mengatakan KPU Mitra melakukan simulasi ini untuk menyatakan kepada masyarakat bahwa pelaksanaan untuk penanganan Covid-19 utamakan.

“Jadi fungsi simulasi ini banyak, yakni kami bisa mengevaluasi hal apa yang kurang agar pada hari H nanti kekurangan tersebut bisa kami tutupi, meskipun pelaksanaan simulasi ini kami yakin rasa nyaman kepada masyarakat sudah sangat tinggi, lewat penanganan Covid-19 yang ada,” ujar Dotulong.

Lanjutnya, pihaknya memfokuskan terlebih dahulu ke penanganan Covid-19.”Harapnya simulasi ini yang disiarkan ke Media Sosial bisa ditonton oleh masyarakat Mitra agar bisa lebih meyakini bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak mengancam mereka untuk datang ke TPS,” kata Dotulong.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Mitra Jobby Longkutoy mengatakan ingin memastikan apakah proses pelaksanaan simulasi ini sudah sesuai dengan regulasi yang ada dan berhubungan dengan ketepatan waktu. Paling utama pada hari H nanti pelaksanaan memperhatikan protokol kesehatan.

“Hasil simulasi ini kami berharap masyarakat dapat turut mematuhi aturan, lebih khusus berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan,” tukasnya.(gel)

MANADOPOST.ID— Jumat (20/11), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memantau langsung simulasi pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2020 yang digelar di Kelurahan Wawali Pasan, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Hadir langsung Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh, Lanny Ointoe, dan Yessy Momongan. Kegiatan layaknya hari H pencoblosan 9 Desember ini, memberlakukan protokol kesehatan pencegahan pengendalian Covid-19.

Simulasi dimulai pukul 07.00 Wita. Protokol kesehatan yang dipakai di antaranya pemilih wajib antre dengan menggunakan jarak. Mencuci tangan pakai sabun, pengukuran suhu badan dengan Thermogun, pemakaian sarung tangan, memasukkan formulir pemberitahuan.

Selanjutnya kembali antre di tempat yang telah diatur dengan diberi jarak, membuka kertas suara agar dipastikan kertas suara tidak rusak, melakukan pencoblosan di bilik suara, memasukan kertas suara, membuang sarung tangan, dan ditetesi tinta. Warga pun yang datang membawa alat tulis sendiri dari rumah.

Ketua KPU Mitra Wolter Dotulong mengatakan KPU Mitra melakukan simulasi ini untuk menyatakan kepada masyarakat bahwa pelaksanaan untuk penanganan Covid-19 utamakan.

“Jadi fungsi simulasi ini banyak, yakni kami bisa mengevaluasi hal apa yang kurang agar pada hari H nanti kekurangan tersebut bisa kami tutupi, meskipun pelaksanaan simulasi ini kami yakin rasa nyaman kepada masyarakat sudah sangat tinggi, lewat penanganan Covid-19 yang ada,” ujar Dotulong.

Lanjutnya, pihaknya memfokuskan terlebih dahulu ke penanganan Covid-19.”Harapnya simulasi ini yang disiarkan ke Media Sosial bisa ditonton oleh masyarakat Mitra agar bisa lebih meyakini bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak mengancam mereka untuk datang ke TPS,” kata Dotulong.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Mitra Jobby Longkutoy mengatakan ingin memastikan apakah proses pelaksanaan simulasi ini sudah sesuai dengan regulasi yang ada dan berhubungan dengan ketepatan waktu. Paling utama pada hari H nanti pelaksanaan memperhatikan protokol kesehatan.

“Hasil simulasi ini kami berharap masyarakat dapat turut mematuhi aturan, lebih khusus berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan,” tukasnya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/