MANADOPOST.ID—Kegiatan reses Anggota DPRD Sulawesi Utara Prof Dr Julyeta Paula Runtuwene menjadi ruang dialog terbuka antara legislator dan warga mengenai kebutuhan mendesak di lingkungan mereka. Sejumlah lokasi di Manado didatangi Prof Paula untuk menyerap aspirasi. Salah satunya di Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, Senin (1/12).
Acara yang dimulai pukul 16.00 Wita ini dibuka dengan doa dan sambutan perwakilan Dinas Sosial sebelum dilanjutkan dengan perkenalan bersama perangkat kelurahan, LPM, dan para ketua RT/RW.
Dalam sesi penyampaian, Prof Paula menjelaskan tugas dan fungsi DPRD, termasuk perannya sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pembangunan, kesejahteraan rakyat, dan berbagai program sosial di tingkat provinsi.
Ia menekankan reses merupakan kewajiban untuk kembali ke daerah pemilihan, mendengar langsung aspirasi masyarakat, serta memastikan kebutuhan warga dapat diperjuangkan melalui mekanisme resmi DPRD.
Prof Paula juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang sedang berjalan maupun yang direncanakan, terutama terkait bantuan sosial, layanan masyarakat, dan peningkatan infrastruktur.
Menurutnya, informasi terkait program tersebut penting agar warga memahami alur dan kriteria penerima manfaat. “Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar serta terdata dalam program yang memang menjadi hak mereka,” ujarnya.
Dalam dialog yang berlangsung aktif, sejumlah aspirasi mencuat. Warga Pakowa meminta pemasangan paket lampu jalan lengkap dengan tiang dan instalasinya untuk mengatasi area gelap yang dinilai rawan.
Mereka meminta pembangunan drainase baru di beberapa titik yang kerap tergenang saat hujan. Selain itu, muncul permintaan pengaktifan kembali fungsi Kamtibmas sebagai langkah menjaga keamanan lingkungan. Warga lansia turut menyampaikan harapan agar pendataan penerima BLT dan bantuan sosial lain dapat diperbarui sehingga bantuan tepat sasaran.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Prof Julyeta memastikan semua aspirasi akan dipilah sesuai kewenangan antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi.
Aspirasi yang menjadi domain provinsi akan dibawa ke rapat paripurna untuk dimasukkan dalam Pokok-Pokok Pikiran DPRD melalui SIPD sebagai dasar pembahasan bersama pihak eksekutif. Ia menegaskan komitmennya bahwa setiap masukan memiliki peluang untuk ditindaklanjuti sepanjang sesuai mekanisme dan kebutuhan daerah.
Kegiatan reses ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga meningkatkan kedekatan antara warga dan wakil rakyat. Sejumlah warga mengapresiasi kesempatan tersebut karena dapat menyampaikan kondisi nyata yang mereka hadapi. Kata kunci dalam berita ini antara lain reses DPRD, warga Pakowa, infrastruktur, bantuan sosial, Komisi IV Sulut yang menggambarkan isu utama pertemuan tersebut.(adv)
Editor : Angel Rumeen