Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ada Oknum Diduga Sudutkan Nama Rio Koyong Karena Persoalan Pribadi dan Tidak Benar

Gregorius Mokalu • Jumat, 3 Juli 2026 | 22:28 WIB
Rio Koyong
Rio Koyong

 

MANADOPOST.ID– Ketua Solidaritas Lingkar Tambang Ratatotok, Deddy Rundengan, menilai maraknya narasi di media sosial yang menyudutkan para penambang rakyat di wilayah Ratatotok belakangan ini lebih banyak dibangun dari opini dan persoalan pribadi, bukan berdasarkan fakta yang utuh.

Menurut Rundengan, sejumlah informasi yang beredar cenderung mengaitkan persoalan individu dengan aktivitas tambang rakyat sehingga berpotensi membentuk persepsi negatif di tengah masyarakat.

Salah satu contoh yang disorotnya adalah narasi yang menyerang Rio Koyong atau yang akrab disapa Tayo.

Ia mengatakan, setelah ditelusuri, persoalan tersebut diduga berawal dari hubungan kerja antara Rio dengan seorang oknum pekerja di kawasan tambang rakyat berinisial DM alias Onal.

Dari informasi yang diterima Manado Post, oknum Onal diduga menyampaikan kepada sejumlah pihak, termasuk melalui media sosial, bahwa dirinya tidak menerima upah atas pekerjaan yang telah dilakukan.

Oknum Diduga Inisial DM alias Onal.
Oknum Diduga Inisial DM alias Onal.

 

Namun, tudingan tersebut dibantah Rio. Ia menegaskan seluruh upah pekerja telah dibayarkan sebagaimana mestinya dan tidak pernah ada keterlambatan pembayaran.

"Orang yang tidak bersama-sama dengan saya, bahkan saya tidak kenal, saja bisa saya bantu. Apalagi orang yang sudah susah payah bekerja bersama, tidak mungkin saya perlakukan seperti itu. Jadi biarlah masyarakat yang menilai. Orang-orang tahu seperti apa saya," ujar Rio.

Rio menduga, persoalan dugaan upah yang tidak dibayarkan itulah yang kemudian memicu munculnya berbagai narasi di media sosial yang dinilainya telah menyudutkan dirinya.

Meski demikian, Rio mengaku memilih untuk memaafkan pihak yang diduga menyebarkan informasi tersebut.

"Saya maafkan. Walaupun keluarga sempat melapor ke pihak berwajib terkait dugaan penyebaran informasi yang tidak benar melalui media sosial," katanya.

Sementara itu, Rundengan mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan verifikasi.

Menurutnya, setiap persoalan pribadi sebaiknya tidak digiring menjadi opini yang dapat merugikan nama baik seseorang maupun menciptakan citra negatif terhadap aktivitas tambang rakyat di Ratatotok. (*)

Editor : Gregorius Mokalu
#Rio Koyong #tambang #Ratatotok