Proyek Flat 20 Miliar di Manado Diawasi Ketat

Gregorius Mokalu • Dipublikasikan Jumat, 30 Oktober 2026 | 17:34 WIB
Harianto Nanga
Harianto Nanga

MANADOPOST.ID– Setelah tahapan tender pembangunan flat atau rumah susun senilai Rp20 miliar pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Manado rampung, perhatian kini tertuju pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) RAKO menyatakan siap melakukan pengawasan ketat terhadap proyek yang dibiayai melalui anggaran pemerintah tersebut.

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, spesifikasi teknis, nilai kontrak, serta target waktu yang telah ditetapkan.

Ketua RAKO Harianto Nanga mengatakan bahwa selesainya tahapan tender bukan berarti proses pengawasan berakhir. Sebaliknya, pelaksanaan konstruksi justru menjadi tahapan penting yang membutuhkan perhatian serius.

Menurutnya, besarnya anggaran yang dialokasikan harus sejalan dengan kualitas hasil pekerjaan. Karena itu, setiap tahapan pembangunan perlu dicermati agar tidak terjadi penyimpangan dari perencanaan maupun ketentuan kontrak.

RAKO akan memantau sejumlah aspek, mulai dari kualitas material, kesesuaian volume pekerjaan, mutu konstruksi, progres fisik, hingga ketepatan waktu penyelesaian proyek.

"Apabila dalam proses pemantauan ditemukan indikasi ketidaksesuaian, temuan tersebut perlu diklarifikasi dan didukung data serta dokumentasi yang memadai. Langkah ini penting agar pengawasan berjalan objektif, berbasis fakta, dan dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku," ujar Harianto.

Ia menegaskan, pengawasan akan dilakukan sejak tahap persiapan, mobilisasi tenaga kerja dan material, proses konstruksi, hingga pekerjaan dinyatakan selesai.

Menurut Harianto, kualitas pembangunan tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan mendirikan bangunan atau ketepatan waktu penyelesaian. Kesesuaian spesifikasi teknis, kelengkapan fasilitas, serta aspek keselamatan juga harus menjadi perhatian.

"Pengawasan terhadap proyek perlu dilakukan secara konsisten sejak awal hingga pekerjaan dinyatakan selesai. Evaluasi terhadap progres pekerjaan juga penting untuk memastikan pelaksanaan di lapangan tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan dalam kontrak," tegasnya.

Selain aspek teknis, transparansi penggunaan anggaran dan keterbukaan informasi mengenai perkembangan pekerjaan juga menjadi perhatian RAKO.

Hal ini dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana pelaksanaan proyek sekaligus memastikan anggaran daerah benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

Pembangunan flat senilai Rp20 miliar tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan hunian layak sekaligus menjawab kebutuhan tempat tinggal masyarakat di kawasan perkotaan. Konsep hunian vertikal menjadi salah satu alternatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan di tengah perkembangan Kota Manado.

RAKO berharap seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional, transparan, serta sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, proyek tersebut diharapkan tidak hanya tuntas secara administratif, tetapi juga menghasilkan bangunan yang berkualitas, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Manado. (*)

Editor : Gregorius Mokalu
proyek flat MANADO diawasi kejaksaan Rusun