Setahun Berprestasi Jabat Kepala BWS Sulawesi I, Bastari Promosi jadi Kepala BBWS Citarum
Desmi Babo• Senin, 16 Agustus 2021 | 13:31 WIB
Ir Bastari, M.EngMANADOPOST.ID—Setahun menjabat Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I sejak Juni 2020 lalu, pria bernama lengkap Ir Bastari M.Eng, kini mendapat promosi sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pria yang dikenal dekat dengan media ini mengukir banyak prestasi. Dengan kemampuan dan pengalamnya, ia sanggup mengatasi berbagai masalah yang kompleks. Baik masalah sungai dan banjir yang sering terjadi di berbagai wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), sanggup di carikan solusi olehnya. Begitupun proses penyelesaian proyek dua Bendungan di Sulut juga mampu digenjot olehnya. Air baku di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KSPN- KEK) Likupang juga pun dipacu olehnya. Ya, diketahui menjabat sebagai Kepala BWS Sulawesi I adalah tugas khusus dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Untuk menuntaskan proyek andalan Presiden Joko Widodo di Sulut yakni dua bendungan dengan nilai proyek senilai Rp3,1 Triliun yang sementara dikerjakan tiga kontraktor perusahaan pelat merah. Yakni Bendungan Kuwil-Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara yang dikerjakan oleh PT.WIKA - PT.NK dan Bendungan Lolak di Bolaang Mongondow oleh PT.PP. Photo Bastari bersama jajaran BWS Sulawesi I kerja tim. Melakukan kunjungan ke lokasi proyek Bendungan Kuwil-Kawangkoan. Melalui keberadaannya, Ia mampu mengatasi beberapa masalah yang menghambat proses penyelesaian bendungan. Antara lain masalah pembebasan lahan. Bahkan Bastari yang komunikatif mampu mengkoordinir para kontraktor untuk mengejar target penyelesaian bendungan hingga sekarang hampir selesai dan ditargetkan beroperasi awal tahun depan. Serta mendorong proses penyelesaian administrasi yang terkendala pada Proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan Paket III. Sehingga per 23 Juli lalu, Paket III untuk menuntaskan Bendungan Kuwil telah ditenderkan di Bina Konstruksi. Bukan hanya itu, melalui peristiwa banjir Manado pada awal tahun 2021, pria yang baru beberapa bulan menginjakkan kaki di Kota Tinutuan ini, telah mampu merumuskan Action Plan Penanganan Banjir Manado. Diuraikan melalui upaya penanganan banjir pada beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) yang bermuara di kompleks pusat perkotaan melalui rencana penanganan tindak lanjut pada Jangka Pendek, Menengah dan Jangka Panjang. Pria lulusan Master of Civil Engineering, Universitas Yamanashi Tokyo, Jepang ini mampu berkoordinasi dan melakukan sinkronisasi bersama pimpinan daerah baik provinsi, kota dan kabupaten serta instansi terkait untuk mengatasi berbagai masalah terkait aliran air, sungai dan penanganan banjir di Kota Manado dan kawasan wilayah BWS Sulawesi I. Diketahui beberapa kali Bastari dipanggil menghadap langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk memaparkan program kerjanya dan melaporkan hal-hal yang sudah dikerjakan untuk mengatasi berbagai permasalahan diatas. Photo Bastari Bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam melakukan pemantauan proyek Revitalisasi Danau Tondano. Di awal Agustus Ia menuntaskan beberapa proyek besar belum lama ini. Antara lain MoU bersama Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI WWF Mamahit untuk menuntaskan eceng gondok Danau Tondano yang diketahui sudah 20 tahun ditangani dan tidak pernah tuntas. Melalui kerja sama ini, ditargetkan Bastari eceng gondok dapat tuntas akhir tahun. Kemudian menjalankan pengontrolan pada proyek revitalisasi Danau Tondano serta proyek lanjutan. Photo Bersama Lantamal VIII, Kepala BWS Sulawesi I Bastari melaksanakan aksi pembersihan Sungai Tondano serangkaian Hari Air Dunia Bukan hanya menyelesaikan tugas pokoknya, Bastari pun pintar menjalin kerjasama lintas sektoral. Diketahui pada perayaan Hari Air Sedunia bulan Maret lalu, ia melakukan kerja sama dengan Danlantamal VIII Untuk Kegiatan Bersih- bersih sungai. Juga dalam perayaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), melakukan kerja sama dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut Brigjenpol Victor Lasut untuk Pemeriksaan Narkotika pada BWS Sulawesi I dan Proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan dan Lolak. Juga beberapa waktu lalu, Bastari sukses menjadi Koordinator Vaksinasi pada keluarga besar Balai Kementrian PUPR di Sulut. Photo Kegiatan vaksinasi PUPR yang berlangsung di lapangan BWS Suluwesi I, beberapa waktu lalu. Tentunya dengan kemampuan dan pengalaman teknis yang ia miliki, Bastari bukanlah orang yang baru untuk menangani tugas besarnya di BWS Sulawesi I. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Balai Bendungan Ditjen SDA Kementerian PUPR sejak 2017. Namun dari segi kemampuan dan pengalaman serta jenjang karir, Suami dari Riesmawati ini sudah pantas naik jabatan ke level yang lebih tinggi. Sehingga melalui SK Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Bastari dilantik pada Jumat 13 Agustus 2021 sebagai Kepala BBWS Citarum. Lingkup tugasnya yaitu menangani Sungai Citarum yang merupakan Sungai terbesar di Provinsi Jawa Barat dengan panjang 350 km dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 12.000 Km. Sungai Citarum banyak diklaim sering menyebabkan banjir di Bandung hingga menyebar ke beberapa daerah besar lainnya. Sungai ini juga merupakan sungai dengan tingkat pencemaran tertinggi di Indonesia. Tentunya tangan dingin dari Bastari ditunggu untuk menangani masalah yang kompleks di Pulau Jawa dan akan menjadi tanggung jawab selanjutnya pria kelahiran Palembang 1968 ini. Berikut riwayat jabatan Ir. Bastari, M. Eng : Staf Bina Program Pengairan Tahun 1995 Staf Subdit Pemograman dan Pembiayaan Tahun 2000 Asisten Sekjen Tahun 2002 Pimpinan Bagian Proyek PPSA, BBWS Pemali Juana, Direktorat Jenderal SDA. Tahun 2004 Kasie Program BBWS Pemali, Juana Tahun 2006 Kabid Pelaksana BBWS Ciliwung Tahun 2008 Kepala Balai Bendungan Ditjen SDA Tahun 2017 Kepala BWS Sulawesi I Tahun 2020 Kepala BBWS Citarum Tahun 2021 Editor : Desmi Babo