Selesai Lebih Cepat, Proyek Eceng Gondok Tuntas November
Desmi Babo• Kamis, 28 Oktober 2021 | 06:51 WIB
PANTAU : Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana dan Pangdam XIII Merdeka WWF Mamahit bersama tim dalam evaluasi pembersihan eceng gondok Danau Tondano oleh TNI AD.MANADOPOST.ID—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I mengungkapkan proyek pengangkatan gulma atau eceng gondok di Danau Tondano diprediksi bakal selesai lebih cepat dari batas waktu pengerjaan yakni Desember mendatang. Proyek bernilai Rp. 25 Miliar yang dikerjakan oleh TNI AD Kodam XIII Merdeka, diungkapkan pihak BWS Sulawesi I, akan terselesaikan hingga November mendatang. “Dengan kondisi saat ini, diperkirakan pelaksanaan pekerjaan pengangkatan eceng gondok dapat diselesaikan lebih cepat dari batas akhir kontrak,” ungkap Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana. Adapun diuraikan Sudana, progres pengangkatan eceng gondok oleh TNI AD saat ini sudah mencapai 67,9 persen. Photo Tampak situasi Danau Tondano yang masih dipenuhi eceng gondok pada beberapa titik serta alat berat yang mengangkut gulma air tersebut. “Metode pelaksanaan pengangkatan eceng gondok dilaksanakan secara mekanis. Yaitu menggunakan ekskavator dan ponton kemudian dibantu dengan perahu untuk mendorong eceng gondok ke tepi. Kemudian hasil pengangkatan eceng gondok di muat ke dump truck untuk dibuang ke tempat pembuangan,” papar Sudana. Ditambahkan dari evaluasi yang dilakukan, pihak Kodam XIII Merdeka perlu secepatnya membuat laporan kegiatan pembersihan gulma atau eceng gondok. Sehingga BWS Sulawesi I segera membuat laporan evaluasi yang selanjutnya dilaporkan ke kementerian. “Dari laporan evaluasi tersebut, maka akan ditentukan tindakan selanjutnya di tahun depan. Yang diharapkan akan langsung berlanjut, agar pertumbuhan eceng gondok tidak cepat menyebar,” tutur Sudana. Sementara itu, ditambahkan pula PPK Satker OP-SDA Allan Kawengian bahwa dalam pembersihan eceng gondok ada beberapa kendala yang dialami. “Yang pertama faktor angin yang mempengaruhi perpindahan eceng gondok dan kedua tingkat pertumbuhan eceng gondok yang cepat,” tambah Kawengian. Kendala lainnya menurut Kawengian adanya beberapa sungai yang masuk ke Danau Tondano yang membawa eceng gondok. “Sehingga keberadaan eceng gondok di Danau Tondano menjadi sulit untuk dihitung banyaknya,” urai Kawengian. Dari keterangan BWS Sulawesi I, pembersihan eceng gondok oleh TNI AD tersebut akan dilanjutkan kerjasama pada 2022 untuk penuntasan eceng gondok di Danau Tondano. “Dalam hal ini, dari evaluasi yang dilakukan maka dibutuhkan tindakan berikutnya yang berkelanjutan untuk benar-benar mengangkut eceng gondok secara keseluruhan. Makanya tahun depan, kami akan berupaya untuk menganggarkan kembali sisa pekerjaan tersebut,” tutup Allan. (*) Editor : Desmi Babo