Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ade Armando Bongkar Jaringan Jusuf Kalla di Formula E, Sadikin Aksa, Francis Wanandi Terseret

Filip Kapantow • Rabu, 8 Desember 2021 | 19:56 WIB
Ade Armando
Ade Armando
MANADOPOST.ID - Penggiat Media Sosial Ade Armando menegaskan, kalau soal Formula E, yang harus secara khusus disebut adalah jaringan orang-orang Jusuf Kalla, sang mantan wapres. Sejumlah orang JK berperan besar dalam acara Formula E ini. Sadikin Aksa, putra Aksa Mahmud yang adalah kakak ipar JK, dalam acara ini berperan besar dalam Racing Committee dan Organizing Committee.   Kemudian ada Husain Abdullah, juru bicara JK semasa di kantor wapres ditunjuk sebagai penasihat panitia Formula E di bidang komunikasi. Yang menjadi Managing Director Formula E di Indonesia adalah Francis Wanandi, yang adalah keponakan Sofian Wanandi, konglomerat yang juga mantan anggota staf khusus Jusuf Kalla di kantor wakil presiden.   "Orang-orang JK ini nampaknya tidak hanya dilibatkan sebagai orang-orang berpengalaman mengelola acara internasional ini. Saya sih menduga mereka terlibat karena melihat potensi menjadikan ajang tahunan ini untuk mengangkat popularitas Anies menuju Pilpres 2024. Mereka mungkin membayangkan Jakarta akan menjadi pusat perhatian dunia, dielu-elukan, dikagumi seperti capaian keberhasilan Indonesia ketika menyelenggarakan Asian Games 2018," beber Armando.   Dan kalau benar acara tersebut sedemikian sukses, nama Anies akan terus disebut dengan nada penuh kekaguman. Mereka bahkan berani memutuskan bahwa acara itu harus berlanjut sampai sesudah Anies turun, karena diduga pejabat gubernur baru tidak akan berani membatalkan acara tersebut, mengingat sudah dibayarnya commitment fee dan sudah terbangunnya infrastruktur dan arena internasional yang dibangun untuk acara tersebut pada 2020 sampai 2022.   "Mungkin Anies membayangkan balap Formula E ini akan menjadi tiket utama yang membawanya menuju pertarungan kepresidenan yang akan dimenangkannya pada 2024. Mungkin dia melihat bagaimana popularitas Jokowi menguat setelah suskes dengan Asian Games, dan itu mempengaruhi keberhasilannya dalam Pilpres 2019," paparnya. Namun walau manusia berencana, Tuhan juga yang menentukan. Wabah Covid terjadi di seluruh dunia, termasuk di Jakarta. Dan semua mimpi indah mereka hancur berantakan. Seperti dikatakan, ini mungkin cara Tuhan membuka mata kita tentang di manapun Anies berada, Anies membawa bencana. Banyak pihak sudah mengingatkan sejak awal bahwa penyelenggaraan Formula E adalah pemborosan dan merugikan.   Di berbagai belahan dunia, acara ini tidak membawa keuntungan buat penyelenggaranya. Namun Anies yang memang rupanya hanya membayangkan pencitraan dirinya, mengabaikan begitu saja peringatan-peringatan itu. Bayangkan, dia menekan kontrak untuk lima tahun! Anies sadar bahwa APBD Jakarta akan mampu menutupi biaya itu.   "APBD DKI memang fantastis. APBD DKI tahun 2020 saja mencapai Rp 87 T. Jadi buat pemimpin tidak bertanggungjawab seperti Anies, kerugian 2 triliunan rupiah akibat Formula E bukanlah hal yang harus dipikirkan serius. Karena itu walaupun untuk penyelenggaraannya Pemprov DKI melibatkan Jakpro, perusahaan itu sama sekali tidak diwajibkan mencari dana di luar APBD," sesalnya.   Semua biaya ditanggung uang rakyat. Kalau berhasil, nama Anies akan menjulang; kalau merugi, toh yang dipakai adalah uang rakyat. Tapi kini cerita menjadi lain. Mengingat kondisi yang ada, balap Formula E nampaknya tidak akan pernah diselenggarakan di Jakarta. "Pada akhirnya, Formula E akan kembali menjadi contoh berikutnya tentang betapa buruknya kepemimpinan Anies Baswedan," kuncinya. (*) Editor : Filip Kapantow
#Jusuf Kalla #Ade Armando