Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Di Hadapan KSAD, Menko Polhukam Mahfud MD Sebut KKB Bukan Saudara, Ini Reaksi Jenderal Dudung

Filip Kapantow • Jumat, 10 Desember 2021 | 08:54 WIB
Menko Polhukam, Mahfud MD saat memberikan pernyataan usai bertemu Kasad, Jenderal Dudung Abdurachman di Kemenko Polhukam membahas penanganan Papua, Selasa, 7 Desember 2021.
Menko Polhukam, Mahfud MD saat memberikan pernyataan usai bertemu Kasad, Jenderal Dudung Abdurachman di Kemenko Polhukam membahas penanganan Papua, Selasa, 7 Desember 2021.
MANADOPOST.ID - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurachman bertemu Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (7/12/2021).   Pertemuan itu membahas penanganan Papua. Dalam pertemuan ini, Jenderal Dudung didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono dan Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.   Mahfud menegaskan, pemerintah terus melakukan dialog dan pendekatan kesejahteraan untuk mengatasi berbagai permasalahan di Papua. Hal ini, kata Mahfud sesuai amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dan UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua.   "Pendekatan yang akan dipergunakan itu adalah pendekatan kesejahteraan. Sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah baik itu aparat, personel, maupun keuangan, akan difokuskan dalam upaya membangun kesejahteraan dalam suatu kerja yang kolaboratif, komprehensif, sesuai dengan Inpres,” kata Mahfud dalam keterangan pers.   Selain pendekatan kesejahteraan, Mahfud menjelaskan pemerintah terus mengutamakan dialog dalam rangka membangun Papua. Ditekankan, Papua merupakan bagian dari NKRI sama seperti wilayah di Indonesia lainnya. “Ada yang mengatakan kita harus dialog dengan rakyat Papua, kita akan terus meneruskan melakukan dialog karena selama ini juga seperti masyarakat tahu kita terus lakukan berdialog. Saya mengundang mereka, berdialog dengan kepala adat, akademisi, pimpinan keagamaan, pimpinan organisasi kepemudaan. Kita akan terus mengutamakan dialog dalam rangka membangun Papua,“ kata Mahfud.   Mantan Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini menambahkan, aparat telah mengidentifikasi wilayah yang belum kondusif di Papua atau yang masih ditemukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).   “Kita sudah mapping daerah yang agak panas. Yang agak panas kan daerah tertentu saja dan orangnya itu-itu saja. Jangan terlalu banyak buang energi ke situ. Oleh sebab itu kita membina Papua sebagai saudara kita. Papua itu saudara kita, bukan KKB. Papua itu saudara kita sama dengan Jawa, Sumatera, Bugis, Aceh. Papua kita perlakukan sama sebagai bagian dari NKRI,” kata Mahfud MD.   Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Dudung menyatakan kesiapan pihaknya mendukung program pemerintah yang telah dicananangkan oleh Presiden Joko Widodo. Dikatakan, TNI AD menyiapkan personel-personel yang akan melaksanakan tugas operasi. Dijelaskan, TNI AD menitikberatkan tugas dalam pembinaan, sementara operasional berada pada ranah Panglima TNI.   “Kami sudah mendapat arahan dari Pak Menko, kami akan mendukung program pemerintah yang sudah dicanangkan oleh Presiden. Ini ditindaklanjuti oleh Panglima TNI bahwa di Papua pendekatannya adalah pendekatan kemanusiaan, yaitu melakukan operasi teritorial yang di dalamnya adalah pembinaan-pembinaan kepada masyarakat, sehingga kami jajaran angkatan darat mendukung penuh dan akan menyiapkan jajaran kami dalam rangka program tersebut,” kata Dudung. (beritasatu) Editor : Filip Kapantow
#Jenderal Dudung #KKB #Mahfud MD