Usai Jewer Pelatih Biliar, Gubernur Sumut Sebut Pelatih tak Boleh Berkumis, Edy Anggap Berjiwa Tua
Filip Kapantow• Kamis, 30 Desember 2021 | 19:25 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memberikan sambutan dalam penyerahan bonus kepada atlet PON XX Papua, di Aula Tengku Rizal Nurdin rumah dinas gubernur, Senin (27/12). Foto: Dok Dinas Kominfo SumutMANADOPOST.ID - Usai jewer Pelatih Biliar, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, kembali membuat heboh, dengan pernyataannya yang menyebut pelatih tidak boleh berkumis. Hal ini dikatakanya dalam kata sambutannya di Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (29/12/2021). Dia mengumpamakan layaknya peperangan, pertandingan membutuhkan sosok berjiwa muda sebagai pemimpin atau pelatih. Baginya, pria berkumis berjiwa tua. “Namanya pelatih, tak boleh, tak ada pelatih yang berkumis. Jangan tersinggung yang berkumis,” ujarnya. Mantan Pangkostrad itu mencontohkan di lapangan atau medan perang, yang memenangkan adalah orang berjiwa muda. “Karena di tempat kami dulu peperangan yang memenangkan peperangan orang-orang yang berjiwa muda bukan orang muda,” sebut mantan Ketum PSSI itu. “Orang yang berkumis itu adalah orang-orang berjiwa tua. Jadi tak pernah memenangkan. Makanya pelatih tak boleh berkumis. Saya minta maaf yang berkumis itu. Saya tidak tahu ada atau tidak yang berkumis di sini,” ungkapnya. Melihat hadirin di ruangan tertawa, Edy mengatakan nikmatnya tertawa sebagai tanda orang sehat. “Saudara-saudara saya bisa ketawa kita pastilah kita sehat. Berapa banyak yang di rumah sakit. Apalagi di bulan Agustus (banyak orang) di rumah sakit kena Covid. Bayangkan, kan, enggak sehat,” sebutnya. Sebelumnya, Edy jadi sorotan usai aksi menjewer telinga pelatih biliar Sumut, Khairuddin Aritonga, viral di media soial. Lantaran kejadian itu, tagar Sumut menduduki trending 1 di Twitter, hari ini. Warganet mengkritik habis apa yang dilakukan Edy tersebut. (nin/pojoksumut) Editor : Filip Kapantow