Satker OP-SDA Sulawesi I Genjot Program Padat Karya Tunai
Desmi Babo• Senin, 10 Oktober 2022 | 02:38 WIB
GERAKKAN PEREKONOMIAN: Tampak pelaksanaan pembangunan sarana irigasi tersier yang berlangsung di Desa Talikuran Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa yang dikerjakan oleh petani setempat.MANADOPOST.ID---Satker Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP-SDA) Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) terus menggenjot Proyek Padat Karya Tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yakni progres penyelesaian Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terhadap 24 Kelompok penerima bantuan di Tahap II. Menurut Kepala Satker OP-SDA Iskandar Rahim, dalam menggenjot penyelesaian fisik dan administrasi Program P3-TGAI, ada beberapa strategi yang dilaksanakan. “Pertama, menggunakan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) senior. Kedua, lokasinya ini tinggal lokasi lanjutan dari program P3-TGAI sebelumnya. Jadi tahapan dapat dilakukan lebih cepat sehingga langsung action,” kata Iskandar. Photo Iskandar Rahim Adapun sesuai juknis pelaksanaan program Padat Karya Tunai yang harus tuntas hingga akhir tahun 2022 ini, Iskandar menyebutkan bahwa pihaknya akan kebut progres fisik dan administrasi yang dipacu melalui TPM maupun Konsultan Manajemen Balai (KMB). “Jadi kalau di juknis itu, pelaksanaannya 45 hari untuk pekerjaan fisik. Yang sering terkendala itu biasanya administrasinya. Sehingga kami memilih orang-orang yang expert dibidangnya, baik KMB, Asisten dan TPM Senior yang ditepatkan di sisa program P3 TGAI yakni di 24 lokasi. Sehingga ini akan sangat mempermudah proses di lapangan baik penyelesaian fisik maupun administrasi. Harapannya November bulan depan sudah bisa serah terima hasil pekerjaan,” pesan Rahim. Terpisah, Hukum Tua Desa Talikuran Yerry Steven Tambuwun, salah satu Desa penerima Program Padat Karya Tunai menyambut baik kegiatan P3-TGAI yang dilaksanakan pada Desa tersebut. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat untuk petani dan masyarakat di desa, serta ia optimis dapat menyelesaikan pembangunan sarana irigasi tersebut sesuai juknis yang diberikan. “Kami baru pertama menerima program ini, dan betul-betul sangat bermanfaat. Pembangunannya memang melibatkan petani dan masyarakat setempat, jadi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menambah penghasilan masyarakat. Masa pekerjaan sesuai juknis yaitu 45 hari. Jadi, kami targetkan pada awal November mendatang fisiknya sudah rampung,” sebut Tambuwun. Diketahui P3-TGAI adalah Program Padat Karya Tunai dari Kementerian PUPR dengan sumber dana APBN. Dimana, masing-masing kelompok akan memperoleh uang tunai sejumlah Rp.195 juta yang dikelola langsung oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) bersama Pemerintah Desa setempat. (des) Editor : Desmi Babo