Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Atasi Banjir, Normalisasi Sungai Mahawu Dipacu. PUPR Manado Akan Bangun Pedestrian dan Taman

Desmi Babo • Jumat, 17 Februari 2023 | 21:07 WIB
NORMALISASI: Tampak alat berat yang sementara bekerja melaksanakan pengerukan dan pelebaran sungai. Meski demikian, pekerjaan sempat terhenti karena ada warga yang tidak ingin rumahnya dibongkar.
NORMALISASI: Tampak alat berat yang sementara bekerja melaksanakan pengerukan dan pelebaran sungai. Meski demikian, pekerjaan sempat terhenti karena ada warga yang tidak ingin rumahnya dibongkar.
MANADOPOST.ID---Pemerintah Kota Manado melalui Dinas PUPR terus berupaya menuntaskan masalah banjir yang terjadi di Kota Manado. Hal ini tampak, melalui kegiatan normalisasi Sungai Bailang di Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting yang sementara dikerjakan. Kepala Dinas PUPR Kota Manado Johny Suwu saat ditemui langsung Manado Post mengatakan bahwa kegiatan normalisasi anak Sungai Mahawu dilakukan dengan berkolaborasi dengan BWS (Balai Wilayah Sungai Sulawesi I). "Pekerjaan ini memang kita berkolaborasi dengan BWS. Tapi untuk mengeruk sungai Mahawu, BWS akan tangani kalau lahan sudah siap,” kata Suwu. Lanjut Kadis PUPR ini, di lokasi normalisasi sungai ada masyarakat yang masih belum mau direlokasi ke Pandu. “Sementara ini, disana masih ada kendala masyarakat yang masih bertahan di bantaran sungai. Padahal Pak Wali pe rencana supaya masyarakat bisa tinggal dengan nyaman di Pandu. Supaya kalau banjir lagi, masyarakat sudah tidak khawatir,” urai Suwu. Terkait dengan luasan badan sungai untuk pelebaran sungai di Mahawu, Suwu menerangkan bahwa seharusnya sesuai dengan Perda No 1 Tahun 2014 bahwa sesuai ketentuan, garis sempadan seharusnya 15 meter. “Tapi sementara ini sebagai penanganan darurat, kita masih menyesuaikan di lapangan. Kalau ada yang kase 5 meter, itu yang torang manfaatkan terlebih dahulu. Ini penanganan daruratnya, meski sebenarnya sudah sangat nyata kalau mereka mengambil badan sungai. Makanya itu yang pemerintah mau cari,” terang Kadis PUPR dengan dialeg Manado.
Photo
Photo
Johny Suwu Sementara itu, terkait dengan adanya sertifikat dari tanah dan bangunan milik warga, Suwu menyebutkan bahwa akan dilihat kedepen. "Kalau ada yang punya sertifikat, tinggal mau lihat sertifikatnya seperti apa. Pastinya kita berharap 54 KK yang sudah ada rumah di Pandu, dapat pindah sehingga pemerintah bisa melakukan pelebaran dan normalisasi sungai, agar air dapat lancar mengalir,“ urai Suwu sembari berharap apabila terjadi hujan deras, air sungai dapat mengalir dan tidak terhambat di tempat yang mengalami penyempitan. "Langkah ke depan setelah dilakukan pelebaran dan normalisasi, nanti akan dipasang bronjong disitu agar aman. Sehingga kedepan pemerintah dapat menata lokasi itu menjadi lebih baik. Misalnya ada pedestriannya, dan taman disitu," urai Suwu. Terpisah, pada lokasi terjadinya banjir di Kelurahan Mahawu yang lalu (19/2), Asisten II Setda Kota Manado, Atto R Bulo saat diskusi dengan warga yang akan direlokasi mengatakan bahwa infrastruktur pada perumahan di pandu akan diperbaiki. “Jadi disana itu infrastrukturnya akan diperbaiki, Walikota dan kami sudah cek langsung ke Pandu. Selain itu, saya ini sudah komunikasi dengan Kadis Kominfo, akan himbau provider supaya tambah jaringan disana. Perumahan pandu juga sementara diusulkan untuk dijadikan kelurahan,” urai Bulo, meyakinkan warga bantaran sungai untuk pindah. Pantauan Manado Post hingga 15/2, sudah ada 7 rumah dari 54 rumah di bantaran sungai Mahawu yang dibongkar. Namun pekerjaan pembongkaran terhenti, akibat adanya protes dari warga yang tidak mau rumahnya dibongkar. (Desmianti Babo) Editor : Desmi Babo
#Sungai Mahawu #BWS Sulawesi I #Dinas PUPR Manado #Banjir Manado #Rumah Relokasi Pandu