Hal ini terungkap saaf Rapat Ditjen Bimas Kristen, LPPN, dan Panitia Penyelenggara Pesparawi Nasional XIV Tahun 2025 di Papua Barat yang diselenggarakan pada 21 Februari 2025, di Kantor Sekretariat LPPN.
Penundaan ini pun dinilai mengecewakan musisi dan Tuan Rumah. Khususnya buat Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA.
Sejumlah musisi menilai Asta Protas Kemenag Berdampak atau delapan program prioritas Kemenag berdampak, hanya sebatas omon-omon. Khususnya, program pertama meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan.
Diketahui, Pesparawi ini tak sekedar ajang lomba menyanyi lagu-lagu rohani. Namun, menjadi sarana membangun kerukunan dan toleransi umat beragama di Indonesia.
"Dalam konteks masyarakat majemuk, Pesparawi yang dilaksanakan secara bergantian di berbagai daerah di Indonesia memberikan sumbangsih besar dalam menumbuhkan rasa cinta, nasionalisme dan kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia. Juga menjadi salah satu implementasi landasan beragama, sekat-sekat dan dinding pemisah diabaikan, berganti tali persaudaraan se-Indonesia," ungkap sejumlah musisi seraya menambahkan Asta Protas Kemenag Berdampak tak seiring sejalan dengan penundaan Pesparawi.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sendiri mengenalkan Asta Protas Kemenag Berdampak atau delapan program prioritas Kemenag berdampak.
Menag Nasaruddin mengungkapkan program-progam yang terpilih ini merupakan langkah konkret Kemenag untuk menyelesaikan Asta Cita serta 17 program prioritas yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
“Asta Protas ini berisi delapan program besar, yang outputnya diharapkan berdampak langsung pada masyarakat serta berkontribusi terhadap penyelesaian Asta Cita dan 17 program prioritas Presiden dan Wapres. Ini insya Allah akan kita kerjakan selama periode 2025 sampai 2029,” ungkap Menag Nasaruddin saat mengenalkan Asta Protas Kemenag Berdampak di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, Kamis (06/03/25).
Diketahui, dalam rapat bersama Kemenag RI, Ketua Umum Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV Tahun 2025 Jacob Fonataba
mengatakan panitia sudah melakukan rapat-rapat persiapan hingga 2 tahun.
Mulai dari inventarisasi peserta. Bahkan, jumlah kontingen yang sudah mendaftar 38 provinsi dengan total 8.110 orang.
Venue pelaksanaan ada 4 tempat, Gedung Polda, Lingkungan Pemda, Gedung Dharma Wanita, Aula Unipa.
"Persiapan sudah termasuk rapat dengan seluruh hotel dan penginapan sudah dilakukan. Dari pihak hotel bersedia menambah ekstra bed setiap kamar, alternatif jika kurang kamar menggunakan hotel terapung, tempat penampungan kapal pasukan," ungkap Jacob.
Bahkan, panitia audah menyurati kepada airlines, yang bersedia membantu sarana transportasi H-2 Dan H+2. "Jika ditambah dari Kemenag, dari segi anggaran hitungan kita sudah siap," tegasnya.
"Pada prinsipnya panitia siap, Kapolda juga sudah menyatakan siap untuk keamanan, dan bagaimana proses surat apa yang dibutuhkan," papar Sekretaris Provinsi Papua Barat ini.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sendiri menerbitkan instruksi presiden (Inpres) tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025.
Dalam Inpres itu, Prabowo menginstruksikan kementerian/lembaga melakukan review sesuai tugas dan kewenangan dalam rangka efisiensi.
Arahan Prabowo itu tertuang dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025 yang diteken pada 22 Januari 2025.
Imbasnya, Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) 'mengorbankan' iven terbesar dan terakbar Musisi Kristiani se Indonesia, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV/2025, yang ditunda.
"Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar diniilai menjadikan Inpres Presiden Prabowo pun jadi tameng," keluh sejumlah musisi.
Awalnya akan digelar di Manokwari Papua Barat 24–30 Juni 2025, ditunda pelaksanaannya hingga Juni 2026.
"Penundaan ini sangat merugikan kami sebagai musisi baik sebagai pelatih, penyanyi, hingga pemain musik. Bukan cuma sebatas materi, tapi soal waktu yang sudah dikorbankan. Jumlahnya tidak sedikit, ada ribuan orang terkena dampak, yang harusnya pemerintah peka dan ngotot diperjuangkan Dirjen Bimas Kristen RI," sesal sejumlah musisi seraya menambahkan jadwal pemusik yang sudah terjadwalkan dalam setahun jadi mubazir.
Sebelumnya, pemberitahuan penundaan ini tertuang dalam surat Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung Nomor B-73/DJ.IV /BA.00/02/2025 tertanggal 21 Februari 2025 tentang Penundaan Pesparawi Nasional XIV.
Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementeran Agama Provinsi u.p. Kepala Bidang/Pembimas Kristen dan Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi di seluruh Indonesia.
Dalam salinan surat dimaksud, tertulis, menindaklanjuti lnstruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025, Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: S-37 /MK.02/2024 Tanggal 24 Januari 2025 perihal Efisiensi Belanja Kementerian/Lembaga dalam Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025.
"Untuk itu diberitahukan kepada bahwa pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat yang sedianya akan diselenggarakan pada bulan Juni Tahun 2025 ditunda pelaksanaannya ke bulan Juni Tahun 2026," tulis surat tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat sudah memprediksi jumlah peserta yang akan menghadiri pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Kabupaten Manokwari pada Juni 2025 kurang lebih delapan ribu orang.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Barat Jacob Fonataba di Manokwari, mengatakan pemerintah provinsi sudah menerima surat keputusan dari Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama terkait pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV 2025.
"Papua Barat sudah ditunjuk sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional 2025," kata Jacob.
Dia menyebut bahwa pemerintah provinsi bersama sejumlah pemangku kepentingan seperti TNI-Polri dan tokoh agama telah menyelenggarakan rapat persiapan guna mendukung kelancaran pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.
Organisasi perangkat daerah pada lingkup Pemprov Papua Barat bertanggung jawab sebagai Liaison Officer (LO) dalam menangani dan menyediakan akomodasi yang memadai bagi kontingen Pesparawi Nasional XIV dari setiap provinsi. "Satu OPD tangani satu provinsi," jelas Fonataba.
Kepala Suku Besar Arfak yang juga sebagai gubernur terpilih Dominggus Mandacan sudah mengajak seluruh komponen masyarakat Papua Barat berpartisipasi menjaga situasi kamtibmas agar Pesparawi Nasional XIV di Kabupaten Manokwari dapat terlaksana dengan lancar. (antara/wtd-04).