Usai Sukses 2025, Kick Off Sosialisasi MBG Kembali Digelar, Bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI
Filip Kapantow• Rabu, 11 Februari 2026 | 11:46 WIB
Photo
MANADOPOST.ID– Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI kembali melanjutkan implementasi program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2026. Grobogan menjadi daerah perdana yang ditunjuk BGN untuk terus memperluas penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Acara kick off sosialisasi program MBG tahun 2026 digelar di Gedung Serbaguna Dewi Sri, Kec Purwodadi, Grobogan, Senin, (02/02). Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh ratusan peserta yang sudah antusias menantikan program MBG didaerahnya.
Sosialisasi program MBG di Grobogan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, Plt Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional, Gunalan, Tenaga Ahli Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Investigasi, Komunikasi dan Media Sosial, Dian Islamiati Fatwa, serta Tenaga Ahli Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Hanibal WY Wijayanta.
Persoalan dasar di Indonesia adalah Sumber Daya Manusia yang terbatas, jika mengandalkan Sumber Daya Alam maka akan cepat habis, jika ingin lebih maju maka bangunlah Sumber Daya Manusianya. Hal tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyampaikan pentingnya membangun SDM berkualitas perlu dilakukan sejak dini. Untuk membangun sumber daya manusia butuh kondisi fisik yang baik, dan untuk saat ini sumber daya manusia di Indonesia jauh dari kata baik dengan indikatornya adalah stunting.
”Bapak Presiden ingin bisa memberikan makan secara gratis bagi seluruh rakyat Indonesia dengan cara mendirikan Badan Gizi Nasional. Sejak awal, SPPG yang dibangun diseluruh wilayah Indonesia itu untuk sebagai pintu masuk untuk bisa menjangkau seluruh orang yang membutuhkan dan bisa menjadi harapan baru dimasa depan. MBG itu tidak hanya untuk anak sekolah tetapi juga diberikan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,”. papar Edy Wuryanto.
Program makan bergizi gratis bukan sekedar program bantuan pangan melainkan kebijakan pembangunan manusia jangka panjang yang berorientasi pada keadilan sosial pemerataan wilayah serta penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan satu kebijakan strategis nasional yang dirancang untuk menjawab tantangan permasalahan gizi ketimpangan akses pangan bergizi serta peningkatan kualitas generasi masa depan, program ini dilaksanakan melalui pendekatan hulu dan hilir yang mencakup penyediaan makan bergizi sesuai standar penguatan dapur MBG/SPPG.
MBG tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang tapi juga berdampak langsung berupa peningkatkan perekonomian untuk mendorong perputaran ekonomi lokal pemberdayaan pelaku usaha pangan, serta penguatan sistem pangan daerah. Inilah wujud nyata kebijakan gizi sosial ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis lahir dari keresahan Presiden Prabowo Subianto dalam melihat masyarakat yang masih kekurangan dalam hal gizi. Presiden sangat mendorong program Makan Bergizi Gratis ini, karena program ini akan banyak membantu masyarakat kecil yang kurang mampu untuk bisa tetap mendapatkan makan yang layak dan bergizi. Penguatan gizi sejak dini juga sejalan dengan visi Indonesia menuju generasi emas bangsa di tahun 2045.
Makan Bergizi Gratis Direspons Positif Masyarakat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sambutan positif dari masyarakat indonesia. Antusiasme yang tinggi terlihat dalam setiap rangkaian kegiatan sosialisasi, menandakan bahwa program peningkatan gizi ini diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, S.E., menyampaikan bahwa respons masyarakat menjadi indikator penting keberhasilan awal program MBG. Menurutnya, kesadaran akan pentingnya perbaikan gizi semakin tumbuh di tengah masyarakat.
“Kami melihat masyarakat Minahasa Selatan menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa program MBG diterima dan dipahami dengan baik,” ujar Felly.
Ia menegaskan bahwa perbaikan gizi bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi strategis bagi masa depan bangsa.
“Perbaikan gizi adalah investasi untuk membangun generasi yang kuat, cerdas, dan siap menghadapi berbagai tantangan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan lahirnya generasi emas bangsa Indonesia,” tambahnya, seraya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga tingkat keluarga.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. Ia menyatakan kebanggaannya dapat terlibat langsung dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik merupakan bagian dari tanggung jawab moral bersama.
“Kita sepakat bahwa anak-anak adalah titipan Tuhan yang paling berharga. Tugas kita bukan hanya menyekolahkan mereka, tetapi juga memastikan mereka mendapat gizi yang baik dan seimbang,” tutur Charles.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, menekankan pentingnya keberlanjutan program MBG agar dampaknya dapat dirasakan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Ia berharap MBG tidak berhenti sebagai program jangka pendek, melainkan menjadi bagian integral dari sistem pelayanan gizi nasional.
“Kita tidak ingin MBG hanya menjadi kegiatan sementara, tetapi harus menjadi bagian dari sistem pelayanan gizi nasional yang terus berjalan,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya keadilan akses, khususnya bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “SPPG harus hadir di seluruh wilayah agar tidak ada satu pun anak Indonesia tertinggal hanya karena jarak atau letak geografis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. H. Edy Wuryanto, S.KP., menjelaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari visi besar Presiden Republik Indonesia melalui pembentukan Badan Gizi Nasional. Menurutnya, pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia menjadi pintu masuk untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“MBG tidak hanya untuk anak sekolah, tetapi juga diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ini menjadi harapan baru bagi masa depan bangsa,” jelas Edy.
Dengan dukungan penuh dari DPR RI, pemerintah, dan masyarakat, Program MBG diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi nasional sekaligus menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan. (mpd)