manadopost.id - Setelah serangkaian pertempuran sengit melawan para Shinju dan God Tree, Boruto: Two Blue Vortex masuk ke babak baru di chapter 31, yang diperkirakan akan dirilis sekitar 20 Februari 2026 secara global. Cerita semakin rumit, emosional, dan penuh risiko besar untuk karakter favorit kita.
Fokus Cerita: Kobu, Sarada, dan Strategi Shikamaru
Di awal chapter, fokus utama tampaknya adalah pada pertarungan antara Mamushi (Shinju kloning) dan Kobu, yang kini “ditinggal” oleh Inojin yang masih memakai teknik Mind Transfer Jutsu untuk berkomunikasi dengan Shikamaru. Inojin menolak membiarkan Kobu mati, meskipun Koji mengatakan bahwa mereka harus menghentikan semua gangguan demi keselamatan yang lebih besar. Bab ini bahkan berjudul “Shut Up”, yang mencerminkan konflik batin antara tugas dan kemanusiaan.
Hal ini membawa sudut pandang yang jarang terlihat di Boruto: TBV, bukan hanya pertempuran dan strategi, tapi juga momen emosional tentang moral seorang ninja dan batasan keputusan yang sulit.
Sarada Mulai Menanggung Akibat Kekuatan yang Ia Gunakan
Satu tema besar dalam bab ini adalah munculnya efek samping dari Doujutsu yang digunakan oleh Sarada. mangekyou sharinggan sarada memberikan kemampuan untuk memanipulasi gravitasi, ketika Melawan Mamushi, Sarada memanfaatkan kemampuan Mangekyo Sharingan untuk melumpuhkan banyak klon sekaligus, tapi itu datang dengan harga. Mata Sarada mulai mengeluarkan darah dan terlihat mulai membuat penglihatannya terganggu, tanda bahwa kekuatan ini bukan tanpa konsekuensi. Banyak fans berspekulasi bahwa ini bisa menjadi tanda bahwa Sarada berisiko kehilangan penglihatan jika terus memaksakan teknik ini, mirip dengan apa yang terjadi pada Sasuke di masa lalu.
Ini membuat cerita semakin “dekat” dengan konflik internal karakter: bukan hanya tentang menghadapi musuh, tapi juga menghadapi batasan tubuh sendiri.
Strategi dan Bait Eida
Dalam bab ini, Shikamaru tampaknya menggunakan Eida sebagai umpan untuk menggiring semua Mamushi ke satu tempat, sebuah langkah berisiko tapi mungkin perlu dilakukan demi meminimalisir kerusakan di desa. Ini menunjukkan sisi kepemimpinan dan strategi yang dipikirkan dengan matang, walau bukan tanpa kritik dari beberapa karakter dan kemungkinan risiko besar bagi Eida sendiri.
Aksi Boruto: Menyelamatkan Kobu
Ketika Mamushi hampir menyerang Kobu, Boruto muncul di saat terakhir untuk menyerang dan mengusir klon itu, menunjukkan bahwa ia tetap menjadi pemain utama dalam pertempuran meskipun ancaman di sekitarnya sangat besar.
Momen ini bukan hanya aksi biasa, tapi juga menunjukkan sisi Boruto yang tersentuh oleh pilihan sulit ninja lain seperti Inojin, Boruto muncul bukan karena perintah, tapi karena hati nuraninya sendiri.
Suasana Menegangkan di Seluruh Bab
Inti dari chapter ini adalah campuran antara strategi, konflik batin karakter, dan pertempuran besar. Semua elemen ini bertemu dalam satu narasi yang penuh ketegangan dan risiko tinggi (termasuk risiko serius pada mata Sarada dan keselamatan Kobu).
Kesimpulan Singkat
Boruto: Two Blue Vortex chapter 31 merupakan bab yang lebih berat dari sekadar pertarungan biasa:
-
Inojin menolak membiarkan Kobu mati, walau ini berarti mempertaruhkan hidupnya.
-
Sarada menggunakan Mangekyo Sharingan dengan dampak nyata pada penglihatannya, menunjukkan harga besar dari kekuatan besar.
-
Shikamaru memilih strategi yang berisiko tinggi, seperti menggunakan Eida sebagai “umpan” demi memfokuskan pertempuran.
-
Boruto tetap muncul sebagai penyelamat, menunjukkan sisi kepahlawanan dan hati nuraninya yang kuat.
Y.M.G
Editor : ALengkong