Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulut Rayakan Imlek, Dr Johnny Lieke Bawa Semangat Menyala dan Kerja Keras Bagi Sulut

Filip Kapantow • Selasa, 24 Februari 2026 | 18:52 WIB
 
EKSIS: Ketua PSMTI Sulut Dr Johnny Lieke saat membawakan sambutan Perayaan Imlek 2577 Kongzili, di Kantor PSMTI Ruko Bahu Mall Nomor 5, Selasa (24/02/26).
EKSIS: Ketua PSMTI Sulut Dr Johnny Lieke saat membawakan sambutan Perayaan Imlek 2577 Kongzili, di Kantor PSMTI Ruko Bahu Mall Nomor 5, Selasa (24/02/26).
 
MANADOPOST.ID– Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) terus meneguhkan perannya sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif dalam bidang sosial, budaya, dan kemasyarakatan, termasuk di wilayah Sulawesi Utara (Sulut). 
 
Ya, PSTMI Sulut merayakan Imlek 2577 Kongzili, di Kantor PSMTI Ruko Bahu Mall Nomor 5, Selasa (24/02/26).
 
Ketua PSMTI Sulut Dr Johnny Lieke memaparkan sejak berdiri pada 28 September 1998 di Jakarta, tak lama setelah peristiwa kerusuhan Mei 1998, PSMTI hadir sebagai wadah komunikasi dan aspirasi etnis Tionghoa Warga Negara Indonesia untuk semakin terintegrasi serta berkontribusi nyata dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia
.
Di bawah kepemimpinan pendirinya, Brigjen (Purn) Tedy Yusuf, PSMTI bertumbuh menjadi organisasi nasional yang kini tersebar di sekitar 350 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. 
 
Jaringan yang luas ini memungkinkan PSMTI untuk bergerak cepat dalam aksi-aksi kemanusiaan, terutama ketika terjadi bencana alam di berbagai daerah.
 
"Di Sulawesi Utara, semangat solidaritas tersebut diwujudkan melalui aksi saling membantu saat terjadi bencana, seperti banjir yang melanda Manado. Bantuan juga mengalir bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro," ungkap Lieke.
 
Lanjutnya, PSMTI Sulut turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial lainnya, termasuk aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
 
Selain aktif dalam kegiatan sosial, PSMTI juga terus mengingatkan anggotanya untuk menjaga sikap hidup sederhana dan tidak mempertontonkan kekayaan maupun gaya hidup mewah. 
 
Nilai kebersahajaan dinilai penting untuk memperkuat keharmonisan sosial dan menghindari kesenjangan di tengah masyarakat yang majemuk.
 
Ditegaskannya, memasuki momentum Shio Kuda Api di Tahun Baru Imlek, semangat organisasi ini semakin dikuatkan oleh filosofi Kuda yang melambangkan pergerakan cepat, kerja keras, keberanian, dan tekad yang kuat. 
 
Unsur Api merepresentasikan semangat yang menyala, optimisme, serta daya juang tinggi dalam menghadapi tantangan zaman.
 
"Dengan semangat Tahun Kuda Api, PSMTI Sulut berkomitmen untuk terus bergerak cepat, responsif, dan penuh keberanian dalam melayani masyarakat. Solidaritas, kepedulian, dan integrasi menjadi fondasi utama dalam membangun kebersamaan demi Indonesia yang semakin maju dan harmonis," kuncinya. Tampak hadir Wakil Ketua PSMTI Pusat Nicho Lieke MBA yang juga Ketua Apindo Sulut, Dirut PT JJM Audy Lieke, Ketua Panitia Ronny Lieke. (mpd)
Editor : Filip Kapantow