Cegah Serangan Jantung di Usia Muda, Ini Saran Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Pemegang Sertifikasi Level III, Kompetensi Tertinggi MRI
Filip Kapantow• Rabu, 25 Februari 2026 | 12:42 WIB
dr Janeline RS Tengor SpJP Subsp PKv (K)
MANADOPOST.ID - Kasus serangan jantung di usia muda kini menjadi perhatian serius kalangan medis. Kondisi yang dulu identik dengan usia lanjut, kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Fenomena ini pun menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap gaya hidup dan faktor risiko yang kerap diabaikan.
Melalui edukasi kesehatan, Klinik Utama Rakyat Manado bersama dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Janeline Tengor, mengingatkan bahwa serangan jantung di usia muda bukan terjadi tanpa sebab. Ada sejumlah faktor risiko utama yang sering luput dari perhatian.
Merokok menjadi salah satu pemicu terbesar karena dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat proses penyumbatan arteri. Selain itu, hipertensi dan kadar kolesterol tinggi yang tidak terkontrol juga meningkatkan risiko gangguan jantung secara signifikan.
Penyakit diabetes, yang kerap tidak disadari pada tahap awal, turut memperparah kondisi pembuluh darah dan kerja jantung.
Tak kalah penting, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik memperbesar peluang terjadinya penumpukan lemak di pembuluh darah.
Ditambah lagi dengan stres berlebihan akibat tekanan pekerjaan maupun persoalan pribadi, kondisi jantung bisa semakin terbebani.
Faktor riwayat keluarga juga menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan, karena risiko genetik dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit jantung lebih dini.
Melalui kampanye ini, Klinik Utama Rakyat Manado mengajak masyarakat untuk mulai mengenali risiko sejak dini dan melakukan langkah pencegahan.
Pemeriksaan kesehatan rutin, pola makan seimbang, olahraga teratur, serta pengelolaan stres menjadi kunci utama menjaga kesehatan jantung.
“Jantung sehat adalah investasi masa depan,” menjadi pesan yang terus digaungkan. Dengan kesadaran dan perubahan gaya hidup sejak sekarang, risiko serangan jantung di usia muda dapat ditekan, demi kualitas hidup yang lebih baik dan produktif," saran dr Janeline, yang juga alumni SMA Negeri 1 Kota Manado ini.
Sebelummya, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado kini resmi memiliki Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan kompetensi Konsultan Pencitraan Kardiovaskular yang telah mengantongi sertifikasi Level III Cardiovascular Magnetic Resonance (CMR). Sertifikasi ini merupakan level kompetensi tertinggi dalam pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) jantung.
MRI Jantung adalah pemeriksaan pencitraan medis yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail dari struktur dan fungsi jantung. Ini membantu dokter mendiagnosis berbagai kondisi jantung, seperti penyakit arteri koroner, kerusakan jantung, dan kelainan struktur jantung.
Dokter tersebut adalah dr Janeline RS Tengor SpJP Subsp PKv (K), yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Ketua Unit Fungsional Pendidikan (UFP) RSUP Kandou Manado.
Keberadaan dokter dengan sertifikasi Level III CMR memiliki nilai strategis, mengingat jumlah dokter dengan kompetensi tersebut masih sangat terbatas secara nasional. Sertifikasi ini menandakan kemampuan tertinggi dalam interpretasi pemeriksaan, pengembangan protokol, hingga perencanaan klinis MRI jantung dan pembuluh darah.
Kompetensi tersebut diperoleh melalui Program Fellowship Dokter Spesialis di Luar Negeri di Royal Brompton Hospital, London, salah satu pusat rujukan kardiovaskular terkemuka dunia yang dikenal sebagai pusat unggulan pengembangan teknologi dan riset kardiologi berbasis imaging.
Program fellowship ini didukung melalui pendanaan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat kapasitas serta pemerataan sumber daya manusia kesehatan nasional. (mpd)