MANADOPOST.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara resmi menetapkan susunan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Sulawesi Utara melalui Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus tentang pembentukan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat.
Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial, keamanan, dan kemasyarakatan di wilayah Sulawesi Utara.
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa seluruh pengurus FKDM harus mampu membangun jejaring kerja yang kuat hingga ke tingkat lurah dan kepala desa.
"Keberadaan FKDM sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas daerah. Ibaratnya, peran FKDM sebagai mata dan telinga pemerintah, yang harus peka dan tanggap terhadap setiap gejala persoalan yang muncul di tengah masyarakat," tegas Yulius.
Dalam keputusan tersebut, ditetapkan Stevi Sumampouw sebagai Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Provinsi Sulawesi Utara dari unsur tokoh masyarakat. Posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Meyvo Rumengan, sementara jabatan Sekretaris diemban Fiky Fegas Sorongan.
Selain itu, susunan kepengurusan juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, antara lain Jeremia Damongilala dari unsur tokoh agama, Ferry Liando dari kalangan akademisi, serta Raden Anggrynie Setyowati Sugiarto sebagai tokoh masyarakat.
Nama Jeremia Damongilala sendiri dikenal luas sebagai politisi senior dan tokoh masyarakat di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Tenggara.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Minahasa Tenggara pertama periode 2008–2013, mendampingi Bupati Telly Tjanggulung, dan hingga kini tetap aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, sosial dan keagamaan.
Dengan terbentuknya susunan FKDM Provinsi Sulawesi Utara ini, diharapkan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat, sehingga setiap potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial dapat dideteksi lebih awal dan diselesaikan secara cepat, tepat, dan bijaksana. (mpd)
Editor : Filip Kapantow