Pnt Dra Fenny Charlotte Martina Lumanauw SIP, Teladan Pelayanan dan Keluarga dalam Wanita/Kaum Ibu GMIM di Usia 62 Tahun
Filip Kapantow• Senin, 23 Maret 2026 | 11:38 WIB
Ketua WKI Sinode GMIM, Ny Fenny Lumanauw SIP
MANADOPOST.ID — Penatua Dra Fenny Charlotte Martina Lumanauw SIP genap berusia 62 tahun pada Senin 23 Maret 2026.
Bagi sosok yang akrab disapa Ibu Nining ini, pertambahan usia merupakan berkat terindah dari Tuhan di tengah berbagai tugas dan tanggung jawab yang terus dijalani, baik sebagai pelayan di Wanita/Kaum Ibu (W/KI) Gereja Masehi Injili di Minahasa (Gereja Masehi Injili di Minahasa), sebagai istri, maupun sebagai ibu dalam Keluarga Besar Roring–Lumanauw.
Istri dari Pnt Dr Ir Royke Octavian Roring MSi IPU ASEAN Eng, Bupati Minahasa periode 2018–2023, dikenal sebagai pribadi yang menjadi teladan dan sumber inspirasi dalam kehidupan berjemaat, bergereja, dan bermasyarakat.
Ketekunan dan kesetiaannya dalam pelayanan membuatnya dipercaya sebagai Ketua Komisi Pelayanan W/KI Sinode GMIM, sebuah tanggung jawab besar dalam membina dan menggerakkan pelayanan kaum ibu di lingkungan gereja, untuk 1.082 jemaat dan 149 wilayah.
Dalam kepemimpinannya, W/KI GMIM terus menunjukkan eksistensi sebagai organisasi pelayanan yang aktif berkarya dalam kasih bagi sesama, baik dalam lingkup gerejawi maupun sosial kemasyarakatan.
Saat ini, Pnt Nining juga tengah disibukkan dengan berbagai persiapan kegiatan besar gereja, di antaranya Paskah Nasional di Kota Manado serta Hapsa W/KI GMIM di Wilayah Modoinding, Minsel Tahun 2026.
Di tengah kesibukan pelayanan, ia tetap menjalankan perannya sebagai istri yang menopang suami, ibu yang membimbing anak-anak, sekaligus tiang doa dalam keluarga.
Dalam kehidupan rumah tangga, ia bersama keluarga berhasil membesarkan tiga orang anak, yakni Johana Karlina Roring, Rifky Johanes Roring, dan Desiree Magdalena Roring, serta dikaruniai empat cucu, Lukas, Aliana, Markus, dan Rivena.
Selain aktif dalam pelayanan gereja, Pnt Nining juga pernah mengemban tugas sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa periode 2018–2023.
Dalam peran tersebut, ia turut mendorong peningkatan kualitas sumber daya perempuan, khususnya warga W/KI GMIM, agar mampu berkontribusi di berbagai bidang, baik di tingkat lokal, nasional, regional, hingga internasional.
Komitmennya juga terlihat dalam perjuangan mendorong kesetaraan dan keadilan gender di berbagai aspek kehidupan, tanpa melupakan panggilan utama sebagai istri dan ibu dalam keluarga.
Menurut Pnt Nining, perempuan GMIM memiliki peran penting dalam menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah, dimulai dari keluarga, jemaat, hingga masyarakat luas.
“Pemerintahan Allah atas kita adalah agar kita hidup bersama dalam keluarga, yang nampak melalui kehidupan keluarga yang sejahtera dan harmonis bersama suami dan anak-anak,” ujar Pnt Fenny. (mpd)