Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Rapid Tes 149 Warga Sulut Negatif, 64 Reaktif Covid-19

Clavel Lukas • Sabtu, 18 April 2020 | 16:46 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
MANADOPOST.ID--Ada kabar baik dari Satgas Percepatan Penanganan Covid- 19 Provinsi Sulawesi Utara. Hasil rapid tes dari 149 warga Sulut, dinyatakan negatif. Sedangkan ada tujuh orang menunjukkan reaktif positif Covid-19. "Dari hasil tersebut masih akan di-swab test," ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut dr Steven Dandel, Jumat (17/4). Diketahui, sejak awal sampai kemarin sudah 2.944 warga Sulut mengikuti rapid test. Hasilnya 64 reaktif Covid-19. Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 269 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 61 orang. Sedangkan kasus positif bersyukur tetap 18 orang. Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat juga optimistis. Pasien sembuh akan meningkat dalam jumlah besar dalam beberapa hari ke depan. "Kita bersyukur yang sembuh sekarang sudah mencapai 607 orang  dan tentu ini akan terus meningkat dalam jumlah yang cukup besar dalam beberapa hari ke depan," ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto kemarin. Dalam catatan Gugus Tugas, jumlah pasisen sembuh mengalami peningkatan 59 orang pada periode Kamis hingga Jumat (17/4). Jumlah total pasien sembuh sejauh ini menjadi 607 orang. Jumlah ini terus menjauhi jumlah korban meninggal sebanyak 520 orang setelah mendapatkan penambahan sebanyak 24 orang kemarin. Yuri mengungkapkan, sebaran pasien yang sembuh yang paling banyak adalah Provinsi DKI Jakarta, disusul Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali dan wilayah lain di Indonesia. "Sebaran pasien yang sembuh yang paling banyak adalah DKI Jakarta 204 pasien, Jawa Timur 94 pasien, Sulawesi Selatan 43 pasien, Jawa Barat 41 pasien, Bali dan Jawa Tengah sama-sama 36 pasien, dan total di 29 provinsi yang lainnya jumlahnya adalah 607 pasien," jelas Yuri. Dari total kasus sembuh dan meninggal tersebut, ada pula penambahan untuk kasus positif sebanyak 407 orang hingga total menjadi 5.923. Data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 42.108 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 34 laboratorium. Sebanyak 37.134 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 5.923 positif dan 31.211 negatif. Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terdapat penambahan sebanyak 4.286 hingga total menjadi 173.732 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 737 dengan total menjadi 12.610 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi di Tanah Air. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI berjanji untuk mempermudah penerbitan izin edar bagi industri yang memproduksi alat pelindung diri (APD), dengan ketentuan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. "Kementerian Kesehatan melakukan relaksasi memberikan kemudahan perizinan alat kesehatan yang dibutuhkan dalam penanganan COVID-19, termasuk APD. Untuk APD-APD yang sudah memenuhi syarat untuk bisa mendapatkan izin edar," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Ke-menterian Kesehatan, Arianti Anaya. Saat ini Kementerian Kesehatan telah menerbitkan izin edar kepada beberapa industry yang dinilai telah memenuhi persyaratan dan standar dalam memproduksi APD. Meski demikian, Kemenkes akan tetap melakukan uji kualitas pada APD yang diproduksi. Uji standar akan dilakukan di laboratorium untuk mengetahui material yang digunakan. Selanjutnya untuk APD yang dinyatakan belum sesuai dengan standar bahan yang ada di dalam pedoman Kementerian Kesehatan serta belum memenuhi standar uji yang telah ditetapkan, masih bisa digunakan di area-area dengan tingkat penularan COVID-19 yang rendah. "Contohnya kita membutuhkan APD untuk tenaga kefarmasian, tenaga gizi, pengendara ambulance. Ini bisa digunakan APD non medis, dan untuk APD ini tidak memerlukan izin edar," kata Arianti. Kementerian Kesehatan telah memperkirakan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar delapan juta APD untuk penanganan kasus COVID-19 hingga Juni 2020 dengan jumlah kasus lebih dari 20 ribu.(gnr) Editor : Clavel Lukas
#Covid-19 #Rapid Tes #Sulut