Para pelaku saat diamankan petugas gabungan, usai beraksi melakukan pembunuhan.Photo Tim gabungan yang melakukan pengungkapan kasus bersama dua tersangka lainnya MANADOPOST.ID-Diduga hanya karena menggeber knalpot mobil, sopir angkot tewas dihujani tikaman. Dalam postingan admin akun resmi Timsus Maleo Polda Sulut, dijelaskan pelaku diduga tersinggung. Kemudian mengejar korban dan menikamnya. Hingga korban tewas. Kronologis kejadian sesuai pengakuan pelaku yang sudah tertangkap, Sabtu (6/6) sekitar pukul 1.00 WITA dini hari, para tersangka yang terdiri dari FK alias Farel, AR alias Ale, RK alias Aping, ADK, MF alias Ikbal, MM alias Lana, F alias Aan dan satu lagi Mr X, melakukan pesta miras di sisi Jalan Kelurahan Kombos Timur, Lingkungan V, (Kampung Daluga). Pesta miras ini bubar nanti pada pukul 7.00 pagi. Para tersangka yang menggunakan motor kemudian pergi ke arah Sindulang. Namun saat berhenti di depan diler motor di Singkil, melintaslah korban bernama Mohamad Limpaton, yang sedang mengendarai mikrolet. Menurut keterangan tersangka kepada polisi, korban melintas sambil menggeber gas mobil. Sehingga membuat para tersangka tersinggung dan langsung mengejar korban. Dan akhirnya korban dicegat di depan restoran pizza, Gunung Potong. Tanpa basa-basi pelaku langsung menikam korban sebanyak empat kali. Usai beraksi para tersangka melarikan diri. Awalnya dua tersangka berhasil ditangkap oleh anggota polisi yang saat itu melintas di tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian tersangka yang sudah diamankan bertambah 1, jadi sudah 3 orang; FK (pelaku utama 3 tikaman) menyerahkan diri Polsek Singkil, AR (pelaku utama 1 tikaman), RK alias Aping (yang membawa motor). Selanjutnya petugas berhasil mengejar terduga pelaku lainnya. "Misi pengungkapan dan penangkapan kelompok anak muda yg melakukan pembunuhan TKP Gunung Potong Jalan Hasanuddin Manado, selesai. Satu orang dilakukan tindakan tegas terukur (didor, red). Para pelaku tertangkap semua oleh Tim Gabungan didalamnya Tim Maleo, Tim Resmob Macan, Tim Paniki Polresta Manado. Good job untuk kolaborasi Tim Pemburu, tidak lewat 24 Jam misi selesai," beber Wakatimsus Maleo Polda Sulut AKP Frelly Sumampow.(gnr) Editor : Grand Regar