Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Diego Mamahit, Kawanua Asal Suwaan Minut, Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air

Tanya Rompas • Sabtu, 9 Januari 2021 | 22:04 WIB
Diego Mamahit (Istimewa)
Diego Mamahit (Istimewa)

MANADOPOST.ID- Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang hilang kontak saat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Supadio, Sabtu sore (9/1), dipastikan jatuh.

Dalam pesawat nahas tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, ada 62 orang, termasuk 12 kru.

Salah satu kru, yakni Co Pilot, adalah warga keturunan Kawanua. Dia adalah Diego Mamahit. Diego dan keluarga diketahui kini menetap di Jakarta.

Informasi diperoleh, ayahnya bernama Boy Mamahit dan ibunya Evie Tuerah, tinggal di Suwaan, Kabupaten Minahasa Utara. Hal ini pun sebagaimana dikutip dari status di media sosial FB warga Minut Evelien, yang memposting bahwa Co Pilot Sriwijaya Air, orang tuanya adalah warga Suwaan.

“Total penumpang 50 orang bersama 12 kru, yang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi,” kata Menteri Budi dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (9/1).

Budi Karya mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan arahan agar pencarian dilakukan secara maksimal untuk pencarian korban dan bangkai pesawat yang diduga jatuh antara Pulau Laki dan Pulau Lancang di Kepulauan Seribu.

Pemerintah meminta doa dan kerjasama dari semua pihak termasuk masyarakat agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan dengan lancar. Hotline dari Sriwijaya Air untuk informasi penumpang pada 021-80637817.

Sedangkan, tim SAR gabungan dari Basarnas hingga TNI-Polri, lanjutnya, telah bergerak ke lokasi dengan mengerahkan kapal-kapal evakuasi.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Maskapai penerbangan tersebut, sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki. Mendadak, ketinggian berubah menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki. Setelah itu, pesawat hilang kontak.(jpc/mpid)

Editor : Tanya Rompas
#Diego Mamahit #sriwijaya air