Ketiban Rejeki, Oma Opa Pesta THR 136 M, Ini Bank Penyalurnya
Filip Kapantow• Kamis, 6 Mei 2021 | 00:17 WIB
Pelaku keributan di RS Gunung Maria diamankan petugas kepolisian.MANADOPOST.ID -- 50.363 pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Sulut, sudah menikmati, Tunjangan Hari Raya (THR), sejak 30 April lalu. Oma opa ketiban rejeki nomplok dan 'berpesta'. "Total dana yang disalurkan kurang lebih kisaran Rp 136 miliar. Itu kami salurkan ke seluruh mitra bayar," sebut Manager Layanan dan Manfaat PT Taspen (Persero) Cabang Manado Dayan Rorong. Dia melanjutkan, ada 12 mitra bayar yang menyalurkan dana ini kepada pensiunan. "Mitra bayar terbanyak yang menyalurkan masih BRI, BTPN, BSG dan seterusnya," ujarnya. Kata dia, penerima pensiunan bulanan ini secara otomatis akan menerima THR juga. "Itu posisi daftar pembayaran di bulan April. Kalau ASN aktif se Sulut kurang lebih 71 ribu. 56 ribu pegawai daerah dan sisanya pegawai vertikal," imbuhnya. Dia menambahkan total THR yang disalurkan adalah sesuai dengan komponen biasanya seperti gaji pokok plus tunjangannya. Rorong menjelaskan yang menentukan pembayaran sepenuhnya adalah mitra bayar. "Batas waktu mereka melaporkan pembayaran itu kepada kami adalah sampai bulan Juli. Pembayaran mulai tanggal 30 April," ungkapnya. Dia melanjutkan, dana APBN yang masuk seluruhnya sudah disalurkan ke mitra bayar. Lanjutnya, penggunaan dana pensiunan termasuk THR dan Gaji 13 seluruhnya hak pensiun. "Biasanya kami sarankan dari sisi sosialisasi maupun tatap muka dana seperti ini harus dipergunakan semaksimal mungkin agar bermanfaat," tandasnya. Di sisi lain, Direktur Utama Bank Dana Raya (BDR) Dave Pinontoan menuturkan, sebagai salah satu mitra bayar, pihaknya sudah menyalurkan THR pada 4.000 pensiunan. "Sampai saat ini sudah 4.000 pensiunan yang ambil. Total ada 5.000, jadi tinggal 1.000 yang belum," bebernya. Dia pun memastikan, penyaluran THR pensiunan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, untuk menghindari penyebaran Covid-19. "Penyaluran berjalan lancar. Semua sesuai aturan prokes," tutupnya. (asyer/ayu) Editor : Filip Kapantow