Teroris MIT Bunuh Empat Orang Sejak Selasa, Warga: Presiden Joko Widodo Belum Prescon
Grand Regar• Sabtu, 15 Mei 2021 | 14:21 WIB
Keluarga dan empat korban pembunuhan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. (Foto: dok. IG VernaInkiriwang)MANADOPOST.ID-Aksi pembantaian empat warga di Kabupaten Poso oleh teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) banjir kecaman publik. Dari pantauan, hingga saat ini masyarakat khususnya netizen masih menunggu statemen resmi Presiden Joko Widodo (Jokowi), terkait peristiwa biadab yang dilakukan teroris MIT di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng). "Sampe sekarang kita belum lia prescon dari Presiden Joko Widodo mengenai kasus poso," tulis netizen dengan akun J**ry B***ng pada postingan berita Manado Post Online berjudul: 'Menyentuh, Ini Ungkapan Kesedihan Bupati Poso Kelahiran Manado, Usai 4 Warganya Dibunuh Teroris MIT'. "Tapi saya yakin Presiden Joko Widodo pasti cepat respon mengenai kemanusiaan yang menimpa saudara saudara kita di poso," lanjutnya. Netizen lainnya juga ikut bersuara. "Mana Suaranya Anggota DPR RI, Bukit kan," sebut akun J**n S***m. Ada juga yang mengecam aksi sadis yang kejadiannya terus berulang ini. "Teroris biadab," sambung akun De**ah F**ly. Do tempat lain, Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Pendeta Jetrozon Rense MTh meminta Presiden Joko Widodo untuk menghentikan aksi teror di Poso dan memberikan jaminan rasa aman bagi warga di daerah itu dalam beraktivitas sehari-hari. "Kami meminta pemerintah pusat khususnya Bapak Presiden yang kami hormati untuk memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat di wilayah dimana dari tahun ke tahun selalu terjadi pembunuhan secara sadis dan menimbulkan trauma di tengah masyarakat," kata Pendeta Jet Rense dari Tentena. Pernyataan itu dikemukakan pimpinan sinode gereja terbesar di Provinsi Sulteng itu terkait pembantaian empat orang warga Desa Kalimago, di Dataran Napu, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Selasa (11/5), yang dilakukan oleh teroris dari kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) yang masih berkeliaran di wilayah Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, dan Lore-Lindu. "Kita semua sangat berduka, sedih dan marah atas jatuhnya korban pembunuhan yang sangat sadis, keji dan biadab dari mereka pelaku teror yang telah berulang kali beraksi di tengah-tengah masyarakat Poso," ujar dia dlansir dari Antara. Di saat masyarakat hendak menyongsong dengan suka cita perayaan suci Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah yang jatuh tepat pada tanggal yang sama dengan Hari Kenaikan Yesus Kristus ke Surga tahun 2021 ini, duka cita kembali merebak dan air mata serta darah jatuh dan berteriak bagi saudara-saudara kita di Kalimago, Napu. Lagi-lagi, kata Jet Rense, tak akan henti kami meminta dan memohon kepada aparat keamanan TNI-Polri khususnya Satgas Operasi Madago Raya di Poso untuk mengejar dan menangkap para pelaku teror yang biadab itu. Ia juga mengimbau kiranya umat dan masyarakat tetap tenang dan waspada dan mendoakan dan mendukung pemerintah khususnya aparat keamanan Satgas Madago Raya, agar mereka tetap dimampukan oleh Tuhan Yang Maha kuasa dalam menghentikan tindak kekerasan ini dengan cara menumpas secara tuntas para pelaku. Pihak gereja juga terus mendoakan keluarga para korban kiranya Tuhan memberi penghiburan sejati dan menguatkan mereka dalam menghadapi duka ini. "Air mata mereka adalah air mata kita semua. Duka mereka adalah duka kita semua," tandasnya. Diketahui, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengutuk keras aksi kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang membunuh warga di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. KSP memastikan aparat keamanan akan memburu teroris MIT. "Atas kebiadaban kelompok teroris ini Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengutuk keras dan memastikan bahwa aparat keamanan akan melakukan pengejaran dan penindakan terhadap kelompok teroris MIT," kata Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani dalam keterangan tertulis. Jaleswari mengungkapkan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tidak ada tempat bagi terorisme di Tanah Air. Pemerintah, katanya, akan menindak tegas semua organisasi teroris di Indonesia. "Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada awal April lalu bahwa tidak ada sedikitpun tempat bagi terorisme di Tanah Air, pemerintah akan menindak tegas pelaku dan organisasi teroris di Indonesia, baik di Poso, Papua, dan tempat lain di Indonesia," tuturnya. Jaleswari juga mengatakan tindakan keji yang dilakukan teroris MIT di tengah bulan Ramadhan itu menunjukkan watak para teroris yang tidak memiliki nilai-nilai agama. Selain itu, lanjutnya, para teroris itu tidak memiliki hati nurani. "Tindakan kekejian yang dipertontonkan oleh para teroris MIT di tengah bulan suci Ramadan serta situasi pandemi COVID-19 menunjukkan watak dan perilaku para teroris yang sama sekali tidak memiliki nilai-nilai agama serta tidak memiliki nurani kemanusiaan," kata Jaleswari. Lebih lanjut, Jaleswari menekankan bahwa penindakan terhadap teroris dan terorisme ditujukan untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat. Dia juga memastikan negara akan hadir untuk para korban teroris MIT di Poso. "Kantor Staf Kepresidenan menekankan bahwa penindakan terhadap teroris dan terorisme ditujukan untuk menjamin rasa aman masyarakat sehingga masyarakat bisa turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam proses pembangunan, serta menikmati hasil dari proses pembangunan tersebut, yang merupakan hak warga negara yang dijamin oleh Konstitusi dan instrumen HAM internasional," tutur Jaleswari. "Terkait tindakan brutal para teroris di Poso yang mengorbankan 4 orang petani ini, Kantor Staf Kepresidenan akan memastikan kehadiran negara di tengah keluarga korban dan komunitas masyarakat sekitar," lanjutnya. Sebelumnya, teroris MIT Poso, Sulawesi Tengah, melakukan aksi biadab dengan melakukan pembunuhan keji terhadap 4 petani warga di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), kemarin, Selasa (11/5). Saksi warga setempat melaporkan bahwa pelaku tindakan keji ini adalah Qatar bersama 4 orang gerombolan teroris lainnya, yang merupakan anggota organisasi teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Sedangkan empat orang petani yang menjadi korban adalah Sdr MS (52), SS (61), P, dan L. Dari 4 korban, 2 warga sebelumnya ditemukan dengan kepala terpenggal. 2 Warga itu dibunuh secara sadis oleh kelompok MIT di kawasan perkebunan warga di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Poso, pada Selasa (11/5) pagi.(gnr) Editor : Grand Regar