Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Lumempouw Minta Indonesia Harus Bersikap Netral Tanggapi Konflik di Palestina

Don Papuling • Kamis, 20 Mei 2021 | 16:13 WIB
Seorang pria Palestina melihat kehancuran sebuah bangunan yang terkena serangan udara Israel di Kota Gaza. (Khalil Hamra/AP/Aljazeera)
Seorang pria Palestina melihat kehancuran sebuah bangunan yang terkena serangan udara Israel di Kota Gaza. (Khalil Hamra/AP/Aljazeera)
MANADOPOST.ID - Tindakan Polri yang melakukan penangkapan terhadap warga negara yang memuat konten penghinaan pada Palestina menuai pro kontra dikalangan masyarakat. Pasalnya, masih banyak warga yang merasa risih dengan tindakan polisi tersebut. Mereka menilai aksi itu terlalu berlebihan, karena ketimbang mencampuri urusan luar negeri, sebaiknya kepolisian lebih fokus untuk menangani permasalahan yang terjadi di Indonesia. Ketua Umum Organisasi Kristen Laskar Benteng Indonesia, Berty Lumempouw menyayangkan adanya peristiwa penangkapan maupun pemberhentian seorang siswi dari sekolah karena menghina Palestina. Ia mengatakan reaksi itu terjadi karena statemen dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang terlalu ikut campur bahkan terkesan sudah mengintervensi persoalan yang terjadi antara israel dan palestina Berty Lumempouw "Apalagi, pemerintah pusat juga sudah memberikan pernyataan mendukung Palestina untuk merdeka. Sehingga pernyataan itu yang membuat suasana bergejolak dibeberapa daerah, karena menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk mengambil sikap menindak masyarakat yang menghina Palestina," terangnya. Ini tambah dia, jelas tidak adil, sebab banyak juga masyarakat yang menghina dan membakar bendera Israel, namun dibiarkan dan tidak diperlakukan sama "Sehingga dalam meredakan suasana saat ini, etikanya Presiden Jokowi, harusnya membuat pernyataan sikap yang netral dan tidak ada keberpihakan," ucap dia. Sebab sebaliknya tambah Lumempouw bagaimana jika Israel ikut campur persoalan yang terjadi di Indonesia seperti di Papua? Jelas sangat mengkhawatirkan, karena bisa menjadi masalah baru dan besar. "Misalnya kalau Israel mendukung Papua untuk merdeka, kan tambah rumit masalah yang ada disana," bebernya. Untuk itu Berty menyarankan, sebaiknya pemerintah pusat saat ini, dapat lebih fokus pada persoalan di dalam negeri seperti di Papua dan Poso atau masalah Penista agama oleh Yahya Waloni. Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan, Polri bisa langsung melakukan penangkapan terhadap warga yang memuat konten penghinaan terhadap Negara Palestina di Medsos. Kabagpenum Polri, Kombes Ahmad Ramadhan Ia mengatakan penangkapan itu bisa dilakukan virtual police Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tanpa harus memberikan peringatan, mengingat, konten penghinaan ke Palestina bersifat adu domba "Tapi kalau yang sifatnya bisa mengadu domba bahkan menciptakan suasana yang bisa menjadikan kegaduhan itu bisa saja Direktorat Siber melakukan penangkapan. Jadi yang sifatnya ujaran kebencian bisa kami ingatkan," kata Ramadhan dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Belakangan ini marak netizen membuat dan memuat konten yang berujung penghinaan terhadap negara yang sedang bersitegang dengan Israel itu. Menurut Ramadhan, dalam beberapa kasus video tentang Palestina itu dapat membuat gaduh ditengah masyarakat bahkan sampai mengadu domba. Ramadhan menyebut, fungsi virtual police adalah memberikan edukasi dan peringatan terhadap pemilik akun yang seringkali tak sadar telah memenuhi dugaan pelanggaran pidana ujaran kebencian dan/atau SARA. "Virtual police itu sifatnya adalah memberikan peringatan juga memberikan edukasi terhadap postingan yang sifatnya ujaran kebencian," tandasnya. (tr-01) Editor : Don Papuling
#palestina #Yahya Waloni #Poso #Polri #Konflik di Palestina #Presiden Jokowi #Papua #Ketua Umum Organisasi Kristen Laskar Benteng Indonesia #Berty Lumempouw #Jokowi #Indonesia #Presiden Joko Widodo #penista agama