Kisah Helmud Hontong dan Perjuangannya Melawan Kapitalis di Sangihe
Don Papuling• Sabtu, 12 Juni 2021 | 22:01 WIB
Peti jenazah Wabup Sangihe Helmud Hontong disambut ribuan warga di Pelabuhan Nusantara Tahuna, Jumat (11/6) subuh. (Sriwani/Manado Post)MANADOPOST.ID - Kisah perjuangan melawan kapitalis, tak hanya terjadi di era penjajahan. Sebab dimasa sekarang, perjuangan melawan kapitalis juga terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Seperti di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara gejolak antara masyarakat Sangihe melawan korporasi terus terjadi. Helmud Hontong Pasalnya di pulau yang hanya seluas 736 km, Kementerian ESDM malah mengizinkan beroperasinya perusahaan tambang yang akan menggarap lahan sebesar 42 ribu hektare atau 420 km yang lebih dari setengah luas Pulau Sangihe. Dalam perjuangannya rakyat Sangihe, tak sendirian, sebab ada sosok Wakil Bupati Sangihe Alm. Helmud Hontong yang dengan tegas menolak PT Tambang Mas Sangihe. Sebelum meninggal Embo bahkan menyurat langsung kepada Menteri ESDM untuk mencabut kontrak karya yang diberikan ke PT Tambang Mas Sangihe pada 29 Januari lalu. Peti jenazah Helmud dibawa berkeliling Kota Tahuna sebelum dibawa ke Rumah Dinas Wabup (Sriwani/Manado Post) Dalam suratnya Embo Helmud mengatakan saat ini gelombang penolakan dari rakyat terjadi dengan masif yang berpotensi terjadinya kerusuhan. Untuk itu ia memohon kiranya wilayah pertambangan yang ada di kabupaten Kepulauan Sangihe dapat dijadikan wilayah pertambangan rakyat. Sayangnya Embo meninggal dalam perjuangan. Ia tak mengetahui akhir dari upaya yang dilakukan dirinya untuk membela rakyat Sangihe. (Don) Editor : Don Papuling