Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Menengok Si Manusia Goa di Desa Kema Tiga, Kecamatan Kema, Minahasa Utara, 11 Tahun Nyaman Tinggal Seorang Diri

Jendry Dahar • Rabu, 14 Juli 2021 | 11:15 WIB
Hais Abdjul, warga Desa Kema Tiga, Jaga 13, Kecamatan Kema, dijuluki manusia goa karena tinggal di sana selama 11 tahun.
Hais Abdjul, warga Desa Kema Tiga, Jaga 13, Kecamatan Kema, dijuluki manusia goa karena tinggal di sana selama 11 tahun.
 

Hais Abdjul, warga Desa Kema Tiga, Jaga 13, Kecamatan Kema, cukup fenomenal di seputaran tempat tinggalnya. Pria paruh baya itu, memilih tinggal di dalam goa buatannya sendiri sejak 2010.

WAJAHNYA selalu sumringah. Tak nampak ada beban berat di hidupnya. Padahal, hari demi hari dilalui dengan kesendirian.

Hais memilih berpisah dengan sang istri, 2002 silam. Dia tetap dengan status lajang. Karena tak memiliki keturunan, pria 59 tahun menetap di goa seorang diri.

Sebelumnya dia tinggal di rumah yang terletak tepat di samping goa. Tetapi kemudian pindah karena merasa ingin menikmati hidup lebih nyaman.

Sekarang kediaman lamanya itu tak ditempati. Pantauan Manado Post, rumah itu sudah rusak. Bahkan lapuk. “Memang sejak tak ditinggali, rumah itu rusak. Sudah pernah tertimpa pohon. Saat ini ca jadi tempat penyimpanan barang,” tutur pria kelahiran 26 Agustus 1962.

Yang menarik, goa yang ditinggali merupakan milik pribadinya. Tampak masih ada lahan kosong di samping kiri dan kanan tempat tinggalnya itu. Lumayan luas.

Goa memiliki dua kamar. Dua ruang tamu dan dapur. Ada ruangan yang bahkan sedang dalam tahap pembangunan.

“Ini punya keluarga saya. Orang tua saya. Jadi ada sertifikatnya ini tanah. Ini goa. Jadi tidak ada yang bisa melarang saya tinggal di sini,” tegas dia.

Diceritakannya, pembangunan goa diawali sekira tahun 2000an. Di 2005, goa sudah terbangun. Meskipun belum seluas sekarang 16 meter. “Dulu depannya justru yang sekarang jadi pintu belakang. Saya membangun pelan-pelan, tahun demi tahun sampai jadi seperti sekarang,” tuturnya.

Meski tinggal di goa, tak lantas dia hidup seperti zaman purbakala. Ada listrik di dalam goa. Bukan cuma untuk lampu penerangan, tetapi juga untuk kebutuhan lainnya. Termasuk men-charge ponsel. Hingga menyalakan speaker.

Baginya tinggal di goa sangat menyenangkan. Lebih nyaman karena adem. Pun saat hujan. Tak terdengar bising rintikan air dari langit. Maupun bocor.

Kemampuannya membangun goa didapat sejak masih merantau di Papua. “Saya ini pernah kerja di Freeport 15 tahun. Merantau di sana sejak umur 28 tahun. Di sana saya bertemu mantan istri. Waktu itu pulang karena ada masalah keluarga,” kenangnya.

Bukan cuma di Papua, Hais memang sering merantau. Dia juga pernah di Balikpapan cukup lama. Kebiasaan itu membuatnya mandiri. Sehingga jadi tak masalah tinggal sendiri.

Di desa yang sama, ada dua adiknya. Setiap hari, dia mendatangi mereka. Empat bersaudara. Yang satu ada di Bitung. Untuk sekedar makan maupun melihat keponakan-keponakannya.

Hais bekerja sebagai nelayan. Penghasilannya pun tak menetap dalam sehari. Sebab kadang harus pulang dengan tangan hampa karena tidak dapat ikan.

Hidupnya benar-benar sederhana. Untuk bepergian saja, dia menggunakan sepeda. Beruntung masih mendapat perhatian pemerintah. Secara rutin dia mendapat bantuan.

“Dari para tetangga juga banyak yang perhatian. Kadang mereka bawakan makanan atau kopi. Saya menerimanya dengan senang hati karena tidak mungkin ditolak,” ungkapnya.

Lelaki keturunan Gorontalo itu, begitu mencintai goa, tempat tinggalnya. Diberikan rumah pun, dia lebih memilih mengambil uang untuk melanjutkan pembangunan goa.

“Pengalaman hidup membuat saya menikmatinya dengan santai dan nyaman. Apalagi kan tidak ada tanggungan jadi hanya pikirkan diri sendiri saja. Beruntung sampai sekarang belum pernah sakit yang parah. Paling demam biasa saja,” pungkasnya. (jen)

Editor : Jendry Dahar
#Si Manusia Goa #Hais Abdjul #Kecamatan Kema #Sulut #sulawesi utara #Desa Kema Tiga #Minahasa Utara #Minut