Perawat Gabriela Meilan (kiri) meninggal di jurang usai diserang dan dilecehkan KKB. Perawat lain yang ditusuk KKB (kanan). (Dok Polres Pegubin)MANADOPOST – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papuamakin sadis. Terbaru satu tenaga kesehatan (nakes) cantik diserang dan dilecehkan hingga meninggal di jurang. Kabar terbaru, nakes tersebut dan guru yang menjadi korban serangan KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, belum dievakuasi. Dilansir dari Pojoksatu, Tim gabungan TNI-Polri belum berhasil mengevakuasi korban KKB dari Distrik Kiwirok menuju Jayapura. (Baca Juga: Perawat Cantik yang Diserang dan Dilecehkan KKB Papua Meninggal, Jasadnya Masih di Jurang) Helikopter milik TNI yang membawa tim gabungan belum bisa menjangkau Distrik Kiwirok karena cuaca yang buruk pada Rabu (15/9). Komandan Korem atau Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan, tim gabungan TNI dan Polri akan berusaha mengevakuasi para nakes dan guru korban KKB hari ini, Kamis (16/9). “Direncanakan evakuasi dilakukan Kamis (16/9) pagi, dimana pesawat terbang dari Sentani menuju Distrik Kiwirok untuk mengevakuasi korban,” ungkap Brigjen TNI Izak kepada ceposonline.com (grup Manado Post). Dijelaskan, untuk dua nakes yang berada di jurang juga belum bisa dievakuasi ke tempat yang aman. Izak Pangemanan menyebutkan, evakuasi belum bisa dilakukan karena alat yang tidak memadai. Hal ini membuat anggota tidak bisa turun ke jurang dengan kedalaman sekitar 30 hingga 40 meter. “Dua nakes masih terlihat berada di jurang, namun ketika kami berteriak atau memanggil, mereka tidak lagi memberikan respon. Kita mau turun tapi mempertimbangkan keamanan dari anggota. Jangan sampai ada penembakan dan kita bisa jadi korban lagi,” terangnya. Sementara satu nakes lainnya belum ada kabar. Danrem berharap nakes tersebut sedang mencari jalan untuk menuju ke Pos TNI yang ada di Kiwirok. “Kita sangat sedih dengan kejadian ini, karena para nakes adalah orang yang tidak boleh ditembak pada saat pertempuran,” tegasnya. Dijelaskan, tenaga kesehatan yang ada di Kiwirok berjumlah 12 orang namun 1 orang sementara izin turun ke Jayapura dan tersisa 11 orang. Dari 11 orang tersebut, 8 orang di antaranya sudah diamankan di pos, dua orang masih berada di jurang dan 1 orang belum ditemukan. “Untuk guru berjumlah 6 orang mereka semuanya selamat. Karena saat penyerangan para guru ini langsung mengamankan diri ke pos. Sementara tenaga kesehatan saat itu sedang memberikan pelayanan medis kepada masyarakat di pasar,” tambahnya. Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito, tim Satgas dan anggota Polres Pegunungan Bintang belum bisa menuju ke lokasi. “Harusnya anggota berangkat ke Kiwirok Rabu (15/9). Tapi karena pesawat ada kesalahan teknis sehingga batal,” kata Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos. “Kita berdoa yang terbaik untuk para nakes pejuang kesehatan bagian terdepan, untuk satu orang hingga saat ini belum ditemukan,” sambungnya. (cepos/pojoksatu) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)