Suster Gabriella Meilani semasa hidup. (Facebook/Gabriella Meilani)MANADOPOST.ID – Nama Gabriella Meilani menjadi topik hangat di seluruh penjuru tanah air. Tenaga kesehatan (nakes) yang tewas mengenaskan di tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua ini menambah bukti kekejaman kelompok yang dicap teroris tersebut. Jenazah suster Ella, akrab namanya disebut, sudah berhasil dievakuasi dari jurang di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. Suster Ella akan diterbangkan ke Jayapura, hari ini, Sabtu (18/9). Diketahui evakuasi jenazah perawat Gabriela Maelani penuh tantangan. Selain faktor cuaca, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) juga sempat mengganggu dengan melancarkan sejumlah tembakan. Photo Suster Gabriella Meilani semasa hidup. (Facebook/Gabriella Meilani) Namun karena tim gabungan TNI-Polri telah mengerahkan pasukan ke Distrik Kiwirok untuk memperkuat pengamanan demi kelancaran proses evakuasi jenazah perawat suster Ella, maka bisa sukses. Diketahui menurut pengakuan teman nakes yang selamat, Suster Ella berusaha kabur bersama sejumlah temannya dengan cara lompat ke jurang saat puluhan KKB melakukan pembakaran puskesmas di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Senin (13/9/2021). Photo Suster Gabriella Meilani semasa hidup. (Facebook/Gabriella Meilani) Namun KKB tetap mengejar suster Ella dan rekan-rekannya ke dalam jurang. KKB pun melakukan penganiayaan dan pencabulan kepada Gabriella dan nakes perempuan lainnya. Suster Ella ditemukan tewas di dasar jurang dengan kondisi tubuh penuh luka mengenaskan, Rabu (15/9/2021). Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi mengecam tindakan KKB yang sudah melampaui batas kemanusiaan. Photo Suster Gabriella Meilani semasa hidup. (Facebook/Gabriella Meilani) “Petugas kesehatan adalah pahlawan kemanusiaan yang mengabdikan dirinya untuk bertugas di daerah terpencil melayani masyarakat yang sakit di daerah Kiwirok, tapi kenapa mereka justru yang menjadi korban,” ucapnya. Ia menuding KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo pengecut. Mereka melakukan kerasan pada orang lemah yang tidak berdosa. Photo Suster Gabriella Meilani semasa hidup. (Facebook/Gabriella Meilani) “Tindakan ini sangat keji, kami mengutuknya. Saya bilang ini tindakan pengecut, menyakiti wanita-wanita mulia yang tidak berdosa,” tegas Kasdam. (manadopost) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)