Ini 5 Fakta Viralnya Penculikan Anak yang Diungkap Polda Sulut, Abast: Jangan Bertindak Sendiri
Grand Regar• Selasa, 7 Desember 2021 | 06:46 WIB
Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham AbastMANADO-Polda Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya berkomentar terkait viralnya isu penculikan anak di wilayah hukumnya. Dalam penyelidikan ditemukan sejumlah fakta. Berikut lima fakta yang dirangkum manadopost.id dari Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast. 1. Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan, viralnya informasi penculikan anak yang beredar di media sosial (medsos) akhir-akhir ini adalah hoax alias tidak benar. “Info-info penculikan anak tersebut hoax. Masyarakat jangan mudah percaya. Karena sampai saat ini Polda Sulut dan jajaran belum menerima laporan resmi tentang adanya kasus penculikan anak,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Senin (06/12/2021), di Mapolda. 2. Isu penculikan anak tersebut dikabarkan terjadi di beberapa wilayah. Di antaranya di Mapanget dan Malalayang, Kota Manado, serta di Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara. 3. Kabar di Malalayang, info beredar pada Jum’at (03/12) siang. Dikabarkan terjadi penculikan terhadap seorang siswi Sekolah Dasar (SD) berumur 9 tahun, saat perjalanan pulang dari sekolah. Faktanya, jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast, tidak terjadi penculikan. Siswi tersebut hanya terlambat pulang ke rumah, namun pihak keluarga panik dan menyebarkan informasi penculikan karena terpengaruh isu sebelumnya. “Kemudian pihak keluarga sudah mengklarifikasi bahwa tidak terjadi penculikan, dan sudah meminta maaf,” jelasnya. 4. Begitu juga isu penculikan di Mapanget yang terjadi pada Kamis (02/12). Kombes Pol Jules Abraham Abast kembali menegaskan, hal tersebut tidak benar. “Yang di Mapanget, ada seorang remaja pria yang didekati orang tak dikenal. Karena ketakutan, dia menjauh dan pria tak dikenal itu pun bergegas pergi. Tidak ada penculikan,” terang Kombes Abast. 5. Sedangkan di Kalawat Minahasa Utara, pada Minggu (05/12) lanjutnya, awalnya terjadi keributan di pangkalan ojek Desa Kolongan Tetempangan. Warga masyarakat mengira terjadi upaya penculikan. “Kedua orang yang diisukan melakukan penculikan itu, faktanya, akan mengantar anggota keluarganya yang mengalami gangguan kejiwaan ke RSJ Ratumbuysang Manado untuk berobat. Namun di tengah perjalanan yang bersangkutan berontak hingga terjadi tarik-menarik. Jadi bukan upaya penculikan,” ungkapnya lagi. Meski hoax, Kombes Abast mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya saat bermain di luar rumah untuk menghindari tejadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Dan yang tidak kalah pentingnya yaitu, jangan mudah terpengaruh apalagi ikut menyebarkan informasi-informasi yang belum jelas kebenaran dan sumbernya, karena bisa menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat,” imbau Kombes Pol Jules Abraham Abast. Dirinya juga berpesan kepada masyarakat, jika melihat orang tak dikenal dengan gelagat mencurigakan dan bahkan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban, agar segera melapor ke pihak kepolisian. “Jangan bertindak sendiri. Segera lapor ke pihak kepolisian terdekat, supaya cepat diselidiki dan ditangani dengan baik, sehingga tidak mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” kuncinya.(gnr) Editor : Grand Regar