Anies BaswedanMANADOPOST.ID - Jurnalis senior Hersubeno Arief melihat adanya usaha pembunuhan karakter Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Dilansir dari Seputartangsel/Pikiran Rakyat, menurut Hersubeno Arief, para pelaku pembunuhan karakter Anies Baswedan bisa dengan mudah dikelompokkan. Hal ini diungkapkan Hersubeno Arief melalui kanal YouTube Forum News Network miliknya pada Selasa, 1 Februari 2022. "Kalau kita amati, serangannya memang sangat kencang. Pelakunya sebenarnya sangat mudah kita kelompokkan, kita golongkan. Hanya dua partai saja kok yang bermain, ini PDIP dan PSI," kata Hersubeno Arief. PDIP dan PSI dinilainya selalu berseberangan dengan Anies Baswedan dalam berbagai hal. Hersubeno Arief menilai, dalam misinya untuk 'menghabisi' mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu, kedua partai tersebut memiliki satu permainan yang sama. Pria yang akrab disapa Hersu itu pun mengungkit kembali bagaimana PDIP dan PSI bekerja sama menggulirkan hak interpelasi terhadap gelaran balap mobil listrik Formula E. Ketika itu, hak interpelasi tersebut ditolak oleh tujuh fraksi lainnya di DPRD DKI Jakarta, di antaranya yaitu Partai Gerindra, Demokrat, Nasdem, dan Golkar. "Namun ketua DPRD dari PDIP, Prasetyo Edi Marsudi itu tetap melaksanakan, tetap menggelar sidang paripurna yang membahas hak interpelasi," ujar Hersubeno, dikutip dari kanal YouTube Hersubeno Point pada Rabu, 2 Februari 2022. Ia mengungkapkan, pada akhirnya sidang paripurna yang membahas hak interpelasi itu pun batal diselenggarakan karena hanya dihadiri 33 orang dari 106 anggota DPRD. Mereka yang hadir terdiri dari 25 anggota dewan fraksi PDIP dan 8 orang fraksi PSI. Akibat hal ini, Prasetyo Edi Marsudi pun dilaporkan ke Badan Kehormatan Dewan. Sementara itu, Ketua Umum PSI Giring Ganesha langsung turun tangan menyerang Anies. "Gagal menggunakan hak interpelasi, Ketua Umum PSI Giring Ganesha langsung turun tangan. Tanpa basa-basi, dia menggunakan jurus melakukan serangan langsung secara personal kepada Anies," tuturnya. Sebagai informasi, Giring Ganesha diketahui beberapa kali menyerang mantan Rektor Universitas Paramadina itu. Salah satunya dengan menyebut Anies pembohong. (Seputartangsel/Pikiran Rakyat) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)