Gubernur OD: Faskes di Sulut Siap Hadapi Gelombang Ketiga Penularan Covid-19
Tanya Rompas• Rabu, 23 Februari 2022 | 22:50 WIB
Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat menjadi pemateri dalam Kuliah Umum Stadium General Praja IPDN, Rabu (23/2).MANADOPOST.ID— Kasus penularan Covid-19 sedang tinggi di Sulut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) pun terus melakukan langkah-langkah pengendalian. Salah satunya, dengan memastikan fasilitas kesehatan di bumi Nyiur Melambai siap menghadapi gelombang tiga penularan virus korona. "Upaya yang dilakukan diantaranya selain memperketat protokol kesehatan (prokes), percepat vaksinasi dan menyiapkan fasilitas kesehatan dengan membangun rumah sakit di daerah ini. Karena jika masyarakatnya sehat, pasti ekonomi jalan. Saya harap kebijakan-kebijakan dan startegi ini bisa mendapatkan dukungan semua pihak, termasuk praja IPDN. Karena nantinya kalian yang akan ikut terlibat dalam proses pengambilan dan penetapan kebijakan,” kata Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), saat memberikan Kuliah Umum Stadium General Praja Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) secara virtual, Rabu (23/2). Lanjut gubernur Sulut dua periode ini, Pemprov Sulut mempertegas prokes di masyarakat dengan menerbitkan peraturan daerah (perda) Covid-19. "Vaksinasi juga terus dikebut. Kami cukup ketat di pintu masuk Sulut dengan pemberlakuan rapid antigen kepada semua tamu, dan itu gratis ditanggung APBD. Nah saat ini usaha yang dilakukan membuahkan hasil. Buktinya, Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sulut melampaui rata-rata ekonomi nasional," jelasnya. Bendahara PDIP ini juga menyampaikan visi misinya bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw. Yakni menjadikan Sulut sejahtera dan maju. Lebih dari itu menjadikan hubport di Kawasan Asia Pasific. Menurutnya, guna menunjang visi misi tersebut, Pemprov Sulut menjalankan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK). Selain itu, peningkatan kualitas manusia dijalankan, penguatan ekonomi yang bertumpu pada industri pertanian, perikanan, pariwisata dan jasa. "Demikian pula, pembangunan infrastruktur dengan dan perluasan konektifitas, pembangunan daerah berkelanjutan serta mewujudkan pemerintah yang baik dan bersih didukung sinergitas antar daerah tetap dilakukan, meskipun di kala pandemik melanda Tanah Bumi Nyiur Melambai hingga saat ini. Sulut mesti punya strategi agar dilirik pusat, apalagi waktu pandemik. Kita jauh dari Jakarta, tapi Puji Tuhan mendapat perhatian luar biasa. Sejumlah sektor sangat terdampak pandemik Covid-19 di antaranya, perdagangan, transportasi dan makan minum," katanya. Gubernur OD memacu program pertanian demi memperkuat ekonomi melalui gerakan marijo bakobong yang didominasi petani milenial dengan menggarap secara serius tanah dan lahan kosong. "Mereka bersemangat karena pemerintah memberikan asuransi andaikan gagal panen. Begitu juga di bidang peternakan. Hasil pertanian tersebut, tidak hanya dipasarkan di Sulut, akan tetapi go international ke Singapura, Jepang dan beberapa negara lainnya. Produk daerah ini dipasarkan keluar negeri. Kita bekerjasama dengan PT Garuda Indonesia dalam ekspor Manado-Narita dan sampai sekarang jumlahnya terus bertambah," ujarnya. Gubernur menambahkan, Pemprov Sulut terus berinovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi melalui pembangunan digital informasi pedesaan. Hal ini merupakan langkah praktis yang dilakukan pemerintah agar publik bisa mengakses program dan kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung, termasuk Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK) bisa memantau kinerja SKPD Pemprov Sulut. "Semua sudah kita lakukan maksimal. Tentu saat ini akan kita kawal sampai benar-benar tuntas," bebernya. Sementara itu, materi yang disampaikan Gubernur OD mendapat apresiasi Rektor IPDN Hadi Prabowo. Malahan Hadi Prabowo menyampaikan terima kasih atas waktu membawakan materi di tengah kesibukan sebagai kepala daerah. Hadi Prabowo pun memberikan pujian atas Pertumbuhan Ekonomi Sulut 2021 dengan capaian rata-rata 4,16 persen saat pandemi Covid-19. "Ini suatu hal yang membanggakan disaat daerah lain terpuruk. Kami tunggu kedatangan pak Olly di IPDN," kuncinya. (*) Editor : Tanya Rompas