Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Gubernur OD Bawa Air dari Kaki Gunung Klabat dan Tanah dari Watu Pinawetengan ke IKN Nusantara

Tanya Rompas • Minggu, 13 Maret 2022 | 19:30 WIB
Olly Dondokambey
Olly Dondokambey
MANADOPOST.ID- Presiden Joko Widodo direncanakan berkemah dan menginap di titik nol Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin esok (14/3). Sebanyak 33 gubernur, termasuk Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD), dijadwalkan hadir ke lokasi berkemah tersebut. OD dan gubernur lain, sebelumnya sudah diinstruksikan membawa air dan tanah dari daerah masing-masing. Tanah dan air itu nantinya disatukan dalam Kendi Nusantara yang disimpan di Nusantara. Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menerangkan, dia akan membawa air yang diambil dari sumber mata air Malimbukan, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara. "Sumber mata air ini berada di kaki Gunung Klabat yang merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Utara dengan tinggi 1.995 mdpl. Sumber mata air ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat, baik sebagai sumber air bersih, sumber air untuk mengaliri lahan pertanian masyarakat maupun untuk budidaya perikanan. Pada saat purnama sumber mata air ini terasa hangat dan diyakini memberi kehangatan bagi masyarakat yang menggunakannya pada malam hari," jelas OD. Sementara tanah, diambil dari lokasi Cagar Budaya Watu Pinawetengan yang merupakan awal mula peradaban Suku Minahasa yaitu Suku terbesar di Provinsi Sulawesi Utara. Watu Pinawetengan dahulu digunakan oleh para leluhur sebagai tempat pertemuan dan musyawarah untuk menentukan sesuatu. "Musyawarah terpenting yang pertama kali dilakukan di Watu Pinawetengan sekitar 1.000 SM adalah pembicaraan mengenai pembagian wilayah yang akhirnya menghasilkan sembilan Sub Etnis Minahasa, di mana setiap sub etnis memiliki bahasa dan wilayah masing masing dan pembagian wilayah tersebut digoreskan pada batu yang disebut Watu Pinawetengan," terang gubernur. "Namun demikian, walaupun telah dibagi dari sembilan sub etnis, tetapi dapat diikat dalam satu kearifan lokal yang disebut Minaesa, atau menjadi satu, di mana ini juga yang melatar belakangi penyebutan Kabupaten Minahasa yang merupakan kabupaten tertua di Provinsi Sulawesi Utara," tandasnya.(tan) Editor : Tanya Rompas
#IKN NUSANTARA #Gunung Klabat #Watu Pinabetengan #Olly Dondokambey #Presiden Joko Widodo