Jelang Pileg 2024, Piet Hein Pusung Dikabarkan Mundur dari ASN, Ini Sosoknya
Filip Kapantow• Kamis, 7 April 2022 | 17:22 WIB
Piet Hein PusungMANADOPOST.ID - Jelang pemilihan legislatif (Pileg) 2024, sejumlah nama mulai digadang-gadang meramaikan bursa pencalonan. Khususnya, figur milenial yang merupakan pangsa pasar terbesar mendulang suara. Ya, dari 1,9 juta pemilih di Sulut, di usia 17-20 tahun sebanyak 98.951 orang, 21-30 tahun sejumlah 417.790 orang, 31-40 tahun sebesar 376.355 orang. Total ada 893.096 suara, kisaran usia 17-40 tahun, atau sekira 47 persen dari 1,9 juta pemilih. Diketahui, generasi milenial atau generasi Y adalah generasi yang lahir sekira tahun 1980 hingga tahun 1995. Sedangkan Generasi Z, adalah generasi yang lahir sekira tahun 1997 hingga tahun 2000-an. Tergres, sosok ASN Kementerian Dalam Negeri yang juga Dosen IPDN Sulut Piet Hein Pusung (PHP) SSTP MSi dikabarkan siap turun gunung meramaikan kontestasi, entah DPR RI Dapil Sulut atau DPR Sulut Dapil Manado atau Minahasa-Tomohon. Pria mapan kelahiran Manado, 8 Mei 1984 (37) ini dikenal sosok milenial dan familiar. Kepala Sekolah PAUD Puspa dan Direktur Spartan Property ini dikabarkan akan mengakhiri karir di ASN. Ketika dikonfirmasi, PHP hanya tersenyum tipis. "Kita lihat saja nanti," ujar PHP, singkat. Bagaimana kriteria Caleg bagi partai politik?, jelang pendaftaran anggota DPD, DPR, dan DPRD, 1-14 Mei 2023. Ketua Bappilu DPD I Partai Golkar Sulut Jantje Wowiling Sajow (JWS) saat diwawancarai mengatakan, pihaknya sementara penjaringan 200 persen. “Cuma memang masih dalam tahapan penjaringan. Untuk DPR RI akan dikoordinasikan dengan DPP. Kami ada tim penjaringan,” kata JWS, pada Manado Post. Dikatakannya, figur yang akan dipasang nanti adalah yang berkualitas, berpengaruh dan bisa meraup suara. “Kalau ke DPR RI biasanya semua partai punya strategi sendiri. Golkar paling tidak menempatkan orang yang berkualitas dan bisa berkompetisi. Paling tidak bisa bersuara untuk kepentingan partai. Karena Golkar punya target akan rebut dua kursi. Makanya, enam orang yang nanti diajukan akan dibicarakan bersama yaitu orang-orang yang cukup dan mampu meraup suara,” ujarnya. Golkar, kata mantan Bupati Minahasa itu, tak akan melihat partai lain. “Kami akan berusaha. Tak akan bandingkan dengan partai lain. Golkar bukan partai baru. Intinya semua yang ditetapkan harus siap fight. Punya kemampuan secara ekonomi, terutama kualitas secara intelektual. Paling tidak loyal juga. Tapi nanti akan dibicarakan dan kami juga akan menerima masukan-masukan dari DPD II,” terang JWS. “Pastinya kami akan cari orang atau figur yang punya komitmen, kualitas, akuntable, kapabilitas, dan yang terpenting loyalitas. Jadi dari partai, maka harus juga memberi untuk partai, berjuang dan menjaga kehormatan partai,” sambungnya. Sekretaris PDI Perjuangan Sulut Franky Wongkar, pada Manado Post menegaskan PDI Perjuangan Sulut rutin menggelar rapat internal terkait persiapan pemilu, khususnya mengenai bakal calon yang akan diikutsertakan di pileg 2024. “Kita sedang inventarisir bakal calon, sekarang masih dalam proses,” tutur Bupati Minahasa Selatan ini. PDI Perjuangan, kata Wongkar, tak segan meminta masukan masyarakat mengenai figur seperti apa dan calon bagaimana yang akan diusung nanti. “Di samping itu, figur tersebut harus memenuhi persyaratan dari partai yang segera turun. Termasuk juga syarat dari penyelenggara, dalam hal ini KPU,” tukasnya. Dia menekankan, pada prinsipnya PDI Perjuangan sangat selektif dalam penentuan calon. Tak hanya di DPR RI, namun di semua tingkatan DPRD. “Kita juga terbuka dengan semua figur yang ingin bergabung dan diusung melalui PDI Perjuangan di pileg nanti. Asalkan memenuhi syarat dan melalui mekanisme sesuai dengan yang ditetapkan partai,” urainya. Mengenai ada sejumlah nama yang mulai mencuat belakangan ini diusung PDI Perjuangan di Pileg DPR RI, Wongkar menuturkan sangat wajar jika melakukan pencitraan atau ada nama yang disebut-sebut. “Lebih bagus memang sosialisasi sejak dini untuk memperkenalkan diri ke masyarakat. Tapi tentu di internal PDI Perjuangan ada mekanisme dalam penetapan calon,” tegasnya. Ketua Bapilu DPW NasDem Sulut Drs Moktar Arunde Parapaga menerangkan, Partal NasDem sangat slap mengikuti Pileg 2024 apalagi untuk DPR RI. "Saat ini, kami sedang konsentrasi konsolidasi struktur partal. Selain Itu, karni juga sementara seleksi para Caleg," terang Moktar. Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud ini menambahkan, para caleg akan disurvel. "Jadi, kemungkinan Oktober 2022 sudah ada hasil seleksi dari para caleg. Target kami 2024, DPR RI masih bertahan di dua kursi. Semoga bisa menjadi 2 plus kalau bisa," kuncinya. (timmp) Editor : Filip Kapantow