PhotoMANADOPOST.ID - Kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman SE MM di Sulut, 11-12 April meninggalkan kesan mendalam bagi Sulut, khususnya warga Minahasa. Jenderal Dudung saat meninjau Wilayah Kodam XIII/Merdeka, Kasad dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana didaulat memakai Baju Adat Kabasaran, khas daerah Minahasa yang memiliki makna sebagai simbolitas keberanian dan kepemimpinan seorang Panglima Perang, susai tiba di VIP Rom Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (10/4/2022). Kunjungan di Bumi Nyiur Melambai ini merupakan pertama kalinya bagi Jenderal TNI Dudung Abdurachman semenjak dilantik sebagai pemimpin TNI Angkatan Darat. Kehadiran Kasad didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Rahma Dudung Abdurachman disambut Pangdam XIII/Merdeka beserta Isteri dan seluruh staf Kodam XIII/Merdeka serta Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara. Rombongan juga disambut dengan Tarian Pisok yang merupakan Tarian Adat Tanah Minahasa Sulawesi Utara yang menceritakan kehidupan masyarakat Minahasa yang selalu hidup rukun, bekerja secara gotong royong, energik dan lincah. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangannya mengatakan, sejumlah agenda dalam rangka kunker Kasad di Wilayah Kodam XIII/Merdeka, antara lain mengunjungi satuan tempur pemukul Kodam XIII/Merdeka yakni Yonif Raider 712/WT, meninjau pembangunan rumah dinas prajurit di Asrama Militer Kodam XIII/Merdeka, memberikan bantuan sosial kepada gereja-gereja di Sulawesi Utara hingga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di Universitas Sam Ratulangi. "Kunjungan kerja bapak Kasad di wilayah Bumi Nyiur Melambai dalam rangka untuk memberikan pengarahan kepada seluruh personel Kodam XIII/Merdeka secara terpusat dari Markas Yonif Raider 712/Wiratama," ujar Subarna. Selain itu, melihat kondisi balita kembar siam yaitu Joana dan Jofelin Lumowa yang merupakan anak dari anggota Kodim 1302/Minahasa Serda Fredrik Lumowa. Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Kasad didampingi Danpuspomad, Aster Kasad dan Kadispenad. Sementara itu, menurut Jenderal Dudung dalam kuliah umum di Auditorium Unsrat, bangsa ini dibangun dibentuk dan terwujud karena perbedaan serta keberagaman. Bangsa ini dimerdekakan tidak hanya satu kelompok, tapi semua elemen, yang akhirnya bangsa bisa berdiri. "Memang bangsa ini dibangun, dibentuk, dan terwujudnya karena perbedaan, bangsa ini ada karena keberagaman. Dan bangsa ini dimerdekakan tidak hanya satu kelompok. Tapi semua kelompok, semua elemen, yang akhirnya bangsa ini berdiri," tegasnya. Diketahui Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny Rahma Dudung Abdurachman, membawakan kuliah umum. Dihadiri ribuan mahasiswa dan para pimpinan Universitas se-Sulut, berlangsung daring dan luring. Tak hanya itu, tampak para pejabat TNI dan Forkopimda Sulut juga turut mendampingi. Lanjutnya para founding father bangsa ini, para pejuang, begitu gigih memerdekakan bangsa Indonesia. "Hanya berbekalkan bambu runcing, menghadapi musuh. Baik serangan dari darat, laut dan udara. Yang akhirnya sekutu pun dihukum," tegasnya. "Kita lihat bagaimana bung Tomo, bagaimana Jenderal Sudirman. Nah ini tentunya kita kalau menghadapi ancaman-ancaman dari luar, kita patriotisme, nasionalisme, harga diri, kehormatan ini, kalau kita menghadapi ancaman dari luar," ungkapnya. Jenderal Dudung mengungkapkan, saat ini bangsa juga sedang menghadapi cobaan dan ancaman dari dalam. "Tetapi kita saat ini banyak juga sedang menghadapi cobaan untuk ancaman dari dalam. Ini yang justru kita waspadai. Maka kita juga harus bangkit," tegasnya. Terkait ancaman dari dalam, ditegaskan Jenderal Dudung tidak boleh ada satu kelompok yang merasa paling benar. "Tidak ada kelompok tertentu merasa paling benar sendiri. Tidak ada kelompok tertentu merasa paling sempurna. Semuanya sama," tegasnya lagi. "Pancasila itu harus dipegang teguh oleh bangsa kita. Karena dengan berpegang Pancasila, maka apapun ancaman, gangguan, hambatan maupun tantangan, ini bisa kita hadapi," terangnya. Jenderal Dudung mengatakan, ini harus disampaikan kepada mahasiswa, sebagai penerus bangsa. "Ini yang saya sampaikan kepada adik-adik mahasiswa. Karena mereka generasi penerus bangsa. Yang nantinya akan menggantikan para pejabat-pejabat, yang saat ini harus kita bekali," katanya menambahkan ini untuk mengantisipasi informasi yang salah masuk ke mahasiswa. "Jangan sampai mereka mendapat informasi-informasi yang salah. Zaman milenial, generasi z ini, jangan sampai mereka dicekoki, dimasuki unsur-unsur yang mencoba mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Ini yang tidak boleh terjadi," terangnya. Dia meyakini di Sulut, punya jiwa patriotisme yang kuat. "Tapi saya yakin, di Sulut ini, militansi dan jiwa nasionalisme dan seluruh mahasiswa se-Indonesia. Saya yakin punya jiwa patriotisme sangat tinggi dan sangat luhur untuk terus mengisi kemerdekaan. Terima kasih," terangnya yang juga didampingi Danpuspomad Letjen TNI Chandra Warsenanto Sukotjo dan Aster Kasad Mayjen TNI Karmin Suharna. Juga ada Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Alfred Denny Tuejeh serta Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna. Pun Danlantamal VIII Manado Brigjen TNI (Mar) I Wayan Ariwijaya, Danlanudsri Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno. Juga Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Mochammad Luthfie Beta, Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Denny RI Masengi, Kapoksahli Brigjen TNI Erdy Jemmy Lumintang, Danrem 131/Stg Brigjen TNI Mukhlis, Danrem 132/Tdl Brigjen TNI Toto Nurwanto dan Danrem 133/Nwb Brigjen TNI Amrin Ibrahim. Sementara itu, berbagai hal lain juga dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman di bumi Nyiur Melambai. Bantu gereja, memberi semangat dan melihat rumah kondisi rumah prajurit, serta bantuan operasi bayi kembar siam diberikan. Diawali, mengunjungi Yonif Raider 712/Wiratama. Didampingi ketua umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny Rahma Dudung Abdurachman, menyampaikan beberapa pesan kepada prajurit. "Bersyukur karena bisa langsung bertatap muka dengan prajurit. Kehadiran pimpinan ditengah prajurit sangat penting. Sebab kalian bisa ketemu langsung dengan orang tua kalian," tegasnya. Disambut dengan yel-yel yang semangat, semakin membanggakan Kasad. "Yel-yel menunjukkan semangat yang terukir dan ternilai. Berarti pembinaan satuan bagus. Kita syukuri dan nikmat. Kalau kita mensyukuri lihat kebawah. Jangan keatas, nanti stres. Kalian harus bersyukur sebagai prajurit. Ini yang harus disyukuri. Tidak usah stres dan panik. Semua ada jalan hidup masing-masing. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Yang penting kita berbuat baik. Syukuri yang ada," ungkapnya. Kasad juga menyampaikan pesan dari presiden RI Joko Widodo. Dia mengingatkan prajurit harus menjadi bagian dari masyarakat dan menjadi solusi terhadap kesulitan rakyat. Pun TNI AD harus membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat. "Pada saat saya dilantik jadi Kasad, titipnya hanya dua. Pertama bantu pemerintah untuk sejahterakan masyarakat, dan kedua sejahterakan prajuritmu," katanya. "Juga dimanapun kalian ada, kalian harus menjadi bagian dari masyarakat. Kesulitan apapun rakyat kalian harus bagian dari rakyat. Harus jadi solusi di masyarakat," tambahnya. Kasad juga melihat juga terkait kesejahteraan prajurit, seperti pembangunan dan perbaikan sarana serta prasarana satuan yang terus dilakukan. "Manado luar biasa. Saya memang kesini dalam rangka kunjungan kerja. Tadi saya ke batalion, saya melihat prajurit-prajurit di Yonif 712/Wiratama. Dari sini saya akan melihat ke Pomdam. Melihat bagaimana bangunan-bangunan prajurit kita. Jangan sampai mereka bangunannya sudah jelek, inilah yang akan kita perbaiki," katanya. Kemudian, Jenderal Dudung bertolak menuju Makodam XIII/Merdeka. Disini Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny Rahma Dudung Abdurachman, melihat langsung kondisi si kembar siam Joana dan Jovalin, yang merupakan anak dari Serda Fredrik Lumowa. "Tadi saya sudah bertemu dengan anak atas nama Joana dan jefelin. Tadi rencana langsung dibawah ke rumah sakit. Dan di observasi. Tanggal 21 April ini rencana akan dilakukan pemisahan. Mudah-mudahan dan kita doakan semoga berjalan dengan dengan lancar," ungkapnya. Lanjutnya operasi ini akan dilaksanakan bekerjasama dengan RSPAD Gatot Soebroto. "Jadi sudah observasi intens dilakukan dengan RSPAD dengan RS yang ada disini (Sulut). Tadinya mau saya bawa ke RSPAD, tapi dari kecil memang sudah dirawat disini (Sulut). Sehingga ini lebih tahu dokter yang ada disini. Dan menurut RS disini, mampu melaksanakan operasi ini," katanya. Hal ini pun disyukuri Serda Fredrik Lumowa, yang merasa terharu dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kasad, atas perhatiannya kepada kedua putrinya yang berusia 2 tahun 3 bulan. “Kami sekeluarga sangat terharu. Terima kasih bapak Kasad dan Ibu, yang telah datang melihat putri kami. Ini menjadi hal yang luar biasa bagi kami sekeluarga. Dan menjadi doa bagi keselamatan serta kesehatan anak kami," katanya yang berdinas di Kodim 1302/Minahasa. Tak hanya itu, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman juga memberikan bantuan kepada gereja Katolik dan GMIM. "Bantuan ini kepada gereja. Tadi dihadiri oleh Uskup, Pastur dan ketua Sinode GMIM. Ini ada bantuan kasad. Bantuan ini untuk membantu, baik itu pembangunan dan kegiatan lainnya. Semoga bisa mendukung kegiatan-kegiatan," tegasnya. Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu didampingi Ketua Sinode GMIM Hein mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih atas donasi bantuan dari TNI AD kepada gereja-gereja yang ada di Manado tersebut. "Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pak Kasad, sebagai donasi dari pihak TNI AD untuk pembangunan gereja. Pembangunan ini tak hanya soal fisik, tapi iman dari setiap umat, untuk membangun masyarakat dan bangsa kita dalam kesatuan NKRI," katanya. (timmp) Editor : Filip Kapantow