Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

SINGGUNG JOKOWI KAH? FPI Sebut Rezim Berkuasa Ternak Buzzer untuk Serang Ulama, Salah Satunya UAS

Chanly Mumu (UKW: 17401) • Kamis, 19 Mei 2022 | 15:24 WIB
Ustaz Abdul Somad (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
Ustaz Abdul Somad (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
MANADOPOST.ID - Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (DPP FPI) meminta rezim ini menghentikan ternak buzzer yang sengaja menebar narasi Islamopobia terhadap ulama-ulama istiqomah di jalan dakwah. Salah satunya yang baru-baru ini dialamatkan kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) sehingga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di Kantor Imigrasi Singapura. “Kami minta kepada rezim berkuasa untuk tidak lagi ternak buzzer penebar narasi islamopobia,” kata Ketua Umum FPI, Muhammad Al Attas dalam keterangannya, Kamis (19/5/2022). Para buzzer ini, kata Al Attas, memang kerap sekali menadi ancaman terhadap persatuan Islam di Indonesia. Namun sayangnya, pemerintah malah memanfaatkan para buzzer ini untuk menyerang ulama-ulama istiqomah. “Buzzer ini juga menjadi ancaman bagi persatuan bangsa,” tegasnya. Seperti diketahui, Ustadz Abdul Somad (UAS) mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di Kantor Imigrasi Singapura. UAS dideportasi dan ditahan dalam ruangan berukuran 1×2 meter. Salah satu alasannya UAS dideportasi karena ceramahnya dianggap ekstrim oleh otoritas Singapura. Terkait pengusiran dirinya dari Singapura, UAS memberikan pernyataan melalui video yang diunggah akun Youtube Refly Harun pada Rabu (18/5/2022) malam. Dalam video tersebut, Refly Harun menyinggung beberapa pernyataan UAS dalam ceramahnya yang menjadi alasan Singapura menolak kedatangannya. Pernyataan itu merupakan bagian dari ceramah lama UAS. Diantaranya soal istilah kafir, salib tempat jin, sampai bom bunuh diri. Otoritas Singapura menganggap, bahwa UAS telah menyebarkan ajaran ekstrimis dan juga segregasi. UAS menyatakan, terkait sederet ceramahnya yang dianggap kontroversial itu, dirinya sudah mengklarifikasinya semua. “Tinggal tulis saja di www.youtube.com klarifikasi UAS, setelah itu tulis masalahnya apa,” kata UAS dalam video tersebut, dikutip pada Kamis (19/5/2022). (fir/pojoksatu) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)
#Abdul Somad #Buzzer #FPI #Jokowi