Sosok Putra Nusa Utara Pimpin Peradilan Tanah Tonsea, Hakim Milenial, Ketua PN Termuda di Sulut
Grand Regar• Rabu, 13 Juli 2022 | 09:48 WIB
Suasana pengambilan sumpah dan pisah sambut Ketua PN Airmadidi dari Jifly Adam kepada Juply Pansariang, beberapa waktu lalu.MANADOPOST.ID—Pengadilan Negeri (PN) Airmadidi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kini dipimpin sosok milenial nan kharismatik. Pembawaanya lugas. Membawa keyakinan baru bagi para pencari keadilan di Tanah Tonsea. MUDA dan enerjik. Itulah kesan pertama yang muncul kala Manado Post bersua Juply Sandria Pansariang. Diketahui, per 30 Juni lalu, dia didapuk memimpin PN Airmadidi. Menggantikan seniornya Jifly Adam yang dipromosi menjadi Wakil Ketua PN Kelas IB Poso. Sebelumnya, pria kelahiran Sangihe, 21 Juni 1980, menjabat Wakil Ketua PN Airmadidi sejak Januari 2021. Kala itu dia dipromosi dari PN Mojokerto, tempatnya berdinas sebelum dimutasi ke Minut. Ayah sepasang putra dan putri ini menyimpan banyak kisah selama mengabdikan diri sebagai hakim. Tetapi memilih tetap menyimpannya rapat sebagai pengalaman berharga. Menerima tekanan dari berbagai pihak saat menyidangkan kasus sudah pernah dirasakan. Namun semua diatasi dengan prinsip teguh atas mama keadilan. Suami Ferina Jacob ini mengaku memang banyak mendapatkan pesan dari kerabat setelah resmi menyandang status sebagai Ketua PN. Tapi semua dibatasinya. Baginya, komitmen terhadap bangsa jauh lebih penting. Baginya, yang salah harus dihukum. Yang benar harus dibela. “Semua yang bersidang di sini pasti mencari keadilan. Kami sebagai hakim, wajib mengesampingkan perasaan tidak enak kepada saudara maupun kerabat,” ungkapnya. Alumni Fakultas Hukum Univestas Sam Ratulangi angkatan 1998 itu, menjadi calon hakim di Kota Cakalang. Dia menerima SK Desember 2003. Tapi resmi bertugas Januari 2004 di PN Bitung. Setelahnya, putra Nusa Utara ini pulang kampung. Juply bertugas sebagai Hakim di PN Tahuna di tahun 2007. Saatnya statusnya sudah hakim bukan lagi calon hakim. Empat tahun berselang, pria murah senyum itu pindah ke PN Kotamobagu. Di sana, dia berdinas hingga 2013. Dan kemudian pindah ke PN Limboto. Setelah menjabat pimpinan lembaga peradilan, Juply tak jumawa. Baginya, hampir tidak ada perbedaan. Hanya tanggung jawab saja yang bertambah. “Memegang jabatan struktural dengan tidak sebenarnya sama. Hanya beban dan tanggung jawab yang bertambah. Waktu jadi hakim biasa, kita lebih banyak bersidang. Sekarang bertambah tugasnya dengan memimpin manajerial sesuai visi Mahkamah Agung, terwujudnya peradilan yang agung,” tutur putra pasangan berdarah Sangihe-Minahasa tersebut. Kini, tugas berat menanti. Letak geografis Minut yang berdekatan dengan Kota Manado membuat banyak peristiwa hukum yang berakhir di pengadilan. Dia membeber, sepanjang 2022 ini saja sudah ada 78 perkara pidana dan 162 perkara perdata yang ditangani. Padahal hanya ada sembilan hakim yang dimiliki PN Airmadidi. 10 bila ditambah dengan dirinya. Belum lagi jabatan Wakil Ketua PN yang ditinggalkannya masing kosong. Tapi sosok ramah dan gaul ini menanggapi santai. Baginya, semua tidak boleh dijadikan beban. Tetapi pemacu semangat. Semua akan selesai dengan baik bila dikerjakan penuh tanggung jawab. “Saya sudah sampaikan ke teman-teman hakim, jalankan saja sidang sesuai SOP. Sisanya biar Yang di Atas yang beracara. Supaya apapun yang terjadi, kita tidak akan dihantui rasa berdosa,” tandas Ketua PN termuda di wilayah Sulawesi Utara itu. Sebelumnya, pada pisah sambut yang digelar akhir bulan lalu, Ketua DPRD Minut Denny Lolong, Kapolres Minut AKBP Bambang Yudi Wibowo, Kajari Minut Yohanes Priyadi, Pabung Kodim 1310/Bitung Mayor Inf Jemmy Lotulung tampak hadir bersama jajaran kepala OPD Pemkab Minut serta jajaran pejabat PN Airmadidi. Kala itu, Jifly banyak mengenang kenangan saat memimpin PN Airmadidi. Banyak kemajuan. Dia juga menyebut betah karena suasananya teduh. “Dalam hal mutasi itu adalah hal yang biasa, siap atau tidak harus siap. Selama delapan bulan bertugas ada kesan sendiri bagi saya dan keluarga, terutama dalam bekerjasama bersama Forkopimda. Untuk Minut sendiri tidak asing bagi saya dan ini rumah saya sendiri. Banyak hal yang saya temukan disini terutama dalam meningkatkan kinerja. Sekali lagi saya mohon pamit dan mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan ketika saya memimpin,” tutur Jifly. Sementara itu, Juply menyebut ada banyak perpisahan. Namun hal terpenting, kenapa perpisahan itu bermakna. Sepanjang dipimpin Jifly, banyak terobosan dibuat. Baginya semua hal baik itu akan diteruskan. “Kenangan dari perpisahan ini yang membuat bermakna. Tentunya banyak perubahan yang sudah dilakukan Ketua PN sebelumnya dan sebagai Ketua PN yang baru tentunya akan mempertahankan sekaligus akan membuat terobosan untuk PN Airmadidi kedepan. Saya berharap dukungan dari Forkopimda,” pungkasnya. (jen) Editor : Grand Regar