MANADOPOST.ID-Ferdy Sambo habisi Brigadir Josua, tidak bisa dibenarkan.
Julius Laatung, wartawan Manado Post dijemput Polres Tomohon, bukan cara yang benar.
Maka cara-cara Sambo yang mengambil jalan pintas dengan melanggar hukum, harus dihentikan.
Manado Post memberitakan dugaan togel di Lemoh, dengan maksud membantu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menumpas togel di masyarakat.
Jika tidak diberitakan, opini di masyarakat bahwa togel masih ada.
Diangkat pemberitaan ini, dan Kapolsek menjelaskan tidak ada togel, menjadi clear di masyarakat.
Manado Post sama sekali tidak terima cara-cara Sambo dipraktikkan Polres Tomohon.
“Ingat, kepolisian harusnya melindungi, mengayomi, dan melayani. Bukan melakukan kekerasan verbal seperti yang dialami wartawan kami. Dia dijemput paksa saat anak dan istrinya ada di rumah juga,” kritik Pemred Manado Post Tommy Waworundeng.
”Intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah oknum Polres Tomohon tersebut harus dihentikan. Karena perbuatan tersebut juga mengancam kebebasan pers di Sulawesi Utara. Karena dampaknya bisa ke teman-teman media yang lain. Semua bakal takut memberitakan informasi-informasi penting lainnya,” sebutnya lagi. Katanya, jangan sampai karena ada oknum aparat yang memegang senjata, sehingga bebas mengintimidasi wartawan ataupun warga. “Perlu diingatkan, semua anggota kepolisian dibiayai dari pajak rakyat. Sementara media juga ikut bayar pajak ke negara. Jadi kami mendesak cara-cara seperti yang dilakukan Ferdy Sambo, benar-benar harus dihilangkan. Sifat arogan dan mengintimidasi yang dilakukan oknum-oknum tertentu, tidak boleh dibiarkan ada di dalam tubuh kepolisian,” pungkas Waworundeng.(*) Editor : Grand Regar