Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bergeraklah Meski Tertatih

Tanya Rompas • Jumat, 23 Desember 2022 | 08:47 WIB
Photo
Photo
Oleh: Ayurahmi Rais DI tengah guyuran hujan deras yang terjadi di Kota Manado, Kamis (23/12) tadi malam, saya mencoba keluar dan menelusuri jalanan. Bahagia rasanya, di sepanjang jalan, terdengar nyanyian lagu Jingle Bells, serta kerlap kerlip lampu khas Natal yang terpasang indah. Beberapa titik begitu macet, pusat perbelanjaan pun dipadati ribuan pengunjung. Mulai dari Manado Town Square (Mantos), pusat bisnis Bahu Mall hingga Kawasan Mega Mas Manado. Pemandangan ini seakan menegaskan, jika seluruh umat Kristiani di Bumi Nyiur Melambai begitu siap merayakan Natal yang jatuh pada Minggu (25/12) nanti. Melihat pemandangan itu, membuat saya optimis, namun bertanya dalam hati. Apakah masa sulit pasca pandemi Covid-19 sudah benar-benar berakhir? Karena, pemandangan itu, baru terjadi lagi, pasca perayaan Natal 2019 silam. Atau sebelum Covid-19 melanda. Tidak bermaksud mengingat kembali masa kelam, namun, masih hangat dalam ingatan, betapa menakutkannya tahun 2020 hingga 2021. Masa di mana manusia dipaksa beradaptasi dengan keterbatasan. Tak sedikit yang kehilangan asa dan harapan. Bahkan di masa itu, saya sendiri berjuang melawan kecemasan. Tidak hanya mencemaskan soal kesehatan, tapi juga kehilangan pekerjaan, karena ekonomi yang kian sulit. Namun nyatanya, apa yang dicemaskan tidak benar-benar terjadi. Kita semua bisa melewati masa sulit itu, dan bertahan hingga berada di penghujung tahun 2022. Seperti halnya Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Daerah yang baru saja genap 58 tahun ini, tetap kokoh dan kuat di tengah ramalan resesi dan ancaman ekonomi global. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, sejak 2020 hingga triwulan III tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Sulut relatif terjaga. Meski sempat beberapa kali kontraksi, namun tidak terlalu memberikan dampak bagi perekonomian secara menyeluruh. Yang lebih membanggakan, pada triwulan III tahun ini, Sulut berhasil mencatatkan pertumbuhan di angka 6,62 persen secara year on year (yoy). Dan mengalami pertumbuhan sebesar 2,49 persen secara quarter to quarter (q to q). PE Sulut ini tercatat lebih tinggi dari nasional. Dimana, Akomodasi, transportasi dan juga pertanian menjadi tiga lapangan usaha ( LU) dengan kontribusi terbesar. Kepala BPS Sulut Asim Saputra dalam beberapa kali kesempatan menuturkan, pertumbuhan ekonomi Sulut relatif bagus. Angka kemiskinan menurun. Inflasi terjaga, Pegangguran pun berkurang. Sejak 2021 hingga 2022, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut rata-rata tumbuh 0,15 persen. Dan dari tahun ke tahun meningkat dari sedang menjadi tinggi dengan persentase di atas 70 persen. Dari sisi pengangguran, hingga Agutus 2022, BPS mencatat, angka pengangguran terbuka di Sulut turun 0,45 poin dibanding periode sama 2021. Jumlah angkatan kerja mencapai 1,24 juta orang dengan tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 63,08 persen atau naik 0,93 persen poin. Pun dengan penduduk yang bekerja. Yang kini mencapai 1,16 juta orang, atau mengalami kenaikan 33,17 ribu orang dibandingkan Agustus 2021. Data ini membuktikan, meskipun diperhadapkan dengan kondisi Sulit, Sulut tetap menjadi tempat yang nyaman bagi para penghuninya. Keberhasilan Sulut untuk bertahan dan pulih dari gempuran Covid-19 ini, tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergitas yang dilakukan oleh semua pihak. Baik itu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Bank Indonesia (BI), perbankan, pihak swasta, BUMN, BPD, BPS, TNI/Polri, serta seluruh stakeholder terkait. Seperti semboyan yang begitu terkenal di tanah leluhur Minahasa, yakni, hidup 'Bermapalus'. Lantas bagimana kondisi perekonomian Sulut hingga tutup tahun nanti? Berdasarkan indikator dini serta hasil survei BI, perbaikan perekonomian Sulut masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2022 dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,6-5,6 persen (yoy). Kenaikan aktivitas sosial ekonomi masyarakat sejalan dengan akselerasi vaksinasi dan Covid-19 yang semakin melandai menjadi faktor pendorong utama kinerja perekonomian Sulut. Hal ini mendatangkan keoptimisan bagi semua pihak, jika triwulan IV, PE Sulut pun akan kian membaik. Meski berhasil melewati tantangan demi tantangan sejak 2020 hingga 2022. Bukan berarti semuanya berakhir. Tantangan baru pasti akan kembali datang. Ada banyak pihak yang membicarakan soal prediksi resesi tahun 2023. Dampak perang panjang Rusia-Ukraina pun dikhawatirkan akan menganggu ketersediaan pangan. Namun, Sulut tetap optimis, bisa bertahan. Gubernur Olly Dondokambey dan Wabup Steven Kandouw (OD-SK) terus memaksimalkan program 'Marijo Bakobong'. Sebagai langkah untuk mencegah terjadinya krisis pangan. Secara cepat, program Marijo Bakobong mampu mendorong kemandirian pangan masyarakat Sulut serta mencegah adanya inflasi. Bahkan meningkatkan ekspor di sektor pertanian. Karena Sulut merupakan daerah dengan potensi SDA yang besar. Ada banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk bertani. Program ini pun yang kemudian menjadikan dua daerah di Sulut, yakni Kabupaten Minsel dan Kabupaten Boltim menjadi daerah dengan persentase kemiskinan nol persen. Karena berhasil manfaatkan lahan tidur menjadi lahan pertanian yang terus berproduktif. Fakta dan data ini, harusnya buat kita yakin, bawah sekeras apa pun tantangan di tahun depan, kita pasti akan mampu melaluinya seperti tahun yang sudah-sudah. Selamat menyambut Natal dan menyongsong tahun baru 1 Januari 2023 dengan penuh suka cita. Teruslah bergerak meskipun tertatih. Itu jauh lebih baik daripada hanya diam dan mengeluh. Mari menjadi saksi setiap momen berharga di tahun depan, agar kita bisa bertemu kembali dalam catatan akhir tahun berikutnya. Apakah resesi itu benar-benar terjadi, atau mungkin 2023 adalah awal kebangkitan untuk Sulut yang kiat hebat. Mari sama-sama menyambut 2023 dengan rasa optimis, Salam! (*) Editor : Tanya Rompas
#Catatan Akhir Tahun #Ayurahmi Rais #Sulut #Ekonomi