Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bencana Hidrometeorologi Intai Sulut, 11 Daerah Waspada Banjir hingga Hujan Es

Tanya Rompas • Kamis, 12 Januari 2023 | 17:16 WIB
Ilustrasi hujan (JawaPos.com)
Ilustrasi hujan (JawaPos.com)

MANADOPOST.ID BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado memprakirakan pada 13-15 Januari, 11 daerah di Sulawesi Utara (Sulut) berpotensi dilanda cuaca ekstrim.

Bencana hidrometeorologi seperti banjir/genangan, puting beliung, hujan es, dan tanah longsor pun mengintai warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro, Talaud, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bolmong, Bolmong Selatan, Kota Manado, Bitung, dan Kotamobagu.

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, melalui keterangan tertulis Kamis (12/1), menjelaskan bahwa berdasarkaan analisis kondisi iklim wilayah, Sulawesi Utara saat ini berada pada musim hujan dengan beberapa wilayah berada pada puncak musim hujan serta kondisi dinamika atmoster di wilayah Sulawesi Utara cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrim di beberapa wilayah.

“Analisis kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup signifikan yaitu Indeks ENSO di NINO3.4 pada nilal -0.60 (normal 0.5) yaltu signifikan terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia, terdapat potensi sistem sirkulasi siklonik di sebelah Utara Sulawesi Utara yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin, aktifnya gelombang atmosfer tipe Kelvin di wilayah Sulawesi Utara yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan terlebih khusus di wilayah Kabupaten Kepulauan, anomali suhu muka laut di Laut Sulawesi bernilai 0.5 - 2 °C yaitu dapat menambah massa uap air semakin banyak di atmosfer serta pengamatan cuaca udara atas menunjukan indeks labilitas atmosfer lokal dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi tersebut mempengaruhi pertumbuhan awan-awan Cumulonimbus yang semakin intens dan dapat mengakibatkan cuaca ekstrim seperti hujan lebat, angin kencang, kilat/petir,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau pemerintah dan masyarakat  untuk memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantlsipasi peningkatan curah hujan.

“Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng, melakukan penebangan pohon yang sudah rentan tumbang, menertibkan baliho semi permanen, lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi,” tandasnya.(*)

  Editor : Tanya Rompas
#Sulut #Cuaca Ekstrim #BMKG #Hujan Es #Bencana Hidrometeorologi