BREAKING! Update Longsor Tanggari: Jalur Minut-Minahasa Sudah bisa Dilalui, Tetap Waspada
Grand Regar• Kamis, 26 Januari 2023 | 00:16 WIB
PhotoMANADOPOST.ID—Akses jalur penghubung Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Minahasa di Desa Tanggari, Kecamatan Airmadidi, akhirnya sudah bisa dilalui sekira pukul 24.00 Wita. Jalan yang sempat lumpuh sejak Rabu (25/1) subuh karena tanah longsor, kembali dibuka usai dibersihkan petugas gabungan selama hampir 17 jam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut Theodorus Lumingkewas mengungkapan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materil hanya menyasar tanggul milik warga di lokasi kejadian. “Tidak ada korban jiwa. Kerugian hampir Rp100 juta karena kerusakan tanggul yang dibangun pribadi oleh warga, sekira 20 tahun lalu,” terangnya. Pantauan Manado Post, evakuasi sisa material longsor diakhiri dengan pembersihan menggunakan tiga unit damkar milik Pemkab Minahasa dan Pemkot Manado. ”Kami dibantu Pemkab Minahasa yang menerjunkan dua unit damkar dan bantuan dari Pemkot Manado satu unit. Berkat koordinasi antar pemda, jalan bisa kembali dilalui sebelum pukul 24.00 Wita. Dia menyebut, penanganan sudah dilakukan sejak pukul 07.40 WITA. Evakuasi melibatkan tim gabungan dari pihaknya bersama TNI, Polri, Balai Jalan, Dishub Minut, DLH Minut hingga pemerintah kecamatan dan desa serta masyarakat setempat. Dia merinci, 1 unit mobil pick up dan 1 unit mobil station dari BPBD Minut, 2 unit wheel loader dari Balai Jalan, 4 unit dum truck dari DLH Minut, 1 unit escavator dari Polres Minut serta 1 unit drone dari Diskominfosan Minut diturunkan untuk memfasilitasi petugas. Di akhir, pembersihan material longsor dibantu 2 unit mobil damkar Pemkab Minahasa dan 1 unit bantuan dari Pemkot Manado. Dibeberkannya, penyebab tanah longsor karena hujan ekstrim sejak tadi subuh. Akibat kejadian tersebut, tanggul di seputaran lokasi jebol. Kemacetan panjang sempat terjadi di seputaran lokasi sejak pagi. Warga pun diminta untuk tidak melewati jalur tersebut dan mencari jalan alternatif lain. “Masyarakat diminta agar mencari jalan alternatif lainya karena sementara masih dalam penanganan, tetap berhati hati, saat melakukan perjalanan, ketika cuaca ekstrim, agar sebisa mungkin mengindari daerah yang rawan longsor dan pohon tumbang,” tandasnya. (jen) Editor : Grand Regar