Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tunggu Korban? Jembatan ‘Darurat’ di Kima Bajo Dikeluhkan, Sudah Lebih Dua Minggu Belum Diperbaiki

Grand Regar • Senin, 13 Februari 2023 | 11:19 WIB
Akses jalan penghubung di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori masih menggunakan jembatan bambu yang dibangun pasca ambruk, akhir Januari lalu.
Akses jalan penghubung di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori masih menggunakan jembatan bambu yang dibangun pasca ambruk, akhir Januari lalu.
 

MANADOPOST.ID—Setelah dua pekan ambruk akibat tanah longsor, jembatan penghubung Desa Kima Baju dengan Desa Wori, Kecamatan Wori, tak kunjung selesai diperbaiki.

Hingga kini, akses jalan tampak dilewati mengunakan jembatan darurat yang dibangun pemerintah desa dan masyarakat dengan menggunakan bambu serta dahan pohon. “Jembatan penghubung jalan antara Kima Bajo dan Wori sampe sekarang belum ada penanganan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab. Hanya kesadaran masyarakat bikin jembatan darurat untuk anak sekolah,” keluh salah seorang warga setempat. Camat Wori Endru Palandung mengakui pembangunan jembatan memang lambat dilakukan karena pemerintah harus terlebih dahulu menangani dampak bencana lain yang lebih besar. Katanya, di Wori saja ada beberapa titik yang perlu penanganan dampak bencana, akhir Januari lalu. Sehingga semua dilakukan bertahap. “Di Wori sampai saat ini, masih ada yang belum tertangani. Salah satunya yang di Talawaan Atas, juga di Kima Bajo. Semua dilakukan secara bertahap,” tuturnya kepada Manado Post, semalam. Diakuinya, jembatan penghubung di Kima Bajo memang perlu segera diperbaiki. Karena merupakan akses penghubung antar beberapa desa, termasuk ke pusat pemerintahan kecamatan. Olehnya, koordinasi lintas sektor digencarkan. “Nah, sekarang sudah mulai. Dinas PUPR kami lihat sedang bekerja. Memang baru bisa dimulai pembangunannya karena untuk membersihkan dan mencari materialnya juga tidak mudah,” terangnya. Terpisah, Kepala Dinas PUPR Minut Noldy Kilapong mengungkapan, status tanggap darurat bencana diperpanjang salah satu faktornya karena sejumlah fasilitas belum tuntas diperbaiki. Saat ini, ada akses jalan yang sedang menjadi fokus pihaknya. Jembatan penghubung di Kima Bajo dan di Tumbuhon, Kecamatan Talawaan. “Jalan-jalan tersebut kewenangan kabupaten, sehingga memang kami harus turun langsung. Sekarang sudah sementara dikerjakan. Mudah-mudahan bisa cepat selesai,” jelasnya. Dia pun meminta masyarakat agar memahami keterbatasan fasilitas dan SDM. Sementara ada beberapa titik bencana yang juga membutuhkan penanganan. “Karena itu pada perpanjangan status tanggap darurat bencana ini, kita kebut semua dengan sisa anggaran yang ada,” jamin dia. Ditegaskannya sesuai keputusan rakor bersama antar stakeholder telah diputuskan, perbaikan sarana dan pra sarana yang rusak akibat bencana akan dibiayai sisa dana tak terduga yang dikucurkan Pemkab Minut. “Masih ada sisa Rp200an juta. Itu yang kita maksimalkan seefektif mungkin,” pungkasnya. (jen) Editor : Grand Regar
#Longsor #jembatan #Jembatan Darurat #Kima Bajo #Minut