Lautan Manusia Padati Selebrasi Paskah di Minut, Remaja GMIM Diminta jadi Agent of Change
Grand Regar• Sabtu, 15 April 2023 | 17:30 WIB
Salah satu peserta yang beruntung menerima hadiah sepeda dari panitia Selebrasi Paskah Remaja GMIM di Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Sabtu (15/4/2023).Photo MANADOPOST.ID—Selebrasi Paskah Remaja Sinode GMIM Tahun 2023, Sabtu (15/4/2023), berlangsung meriah. Puluhan ribu remaja dan pembina remaja memadati lapangan olahraga Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Lautan manusia berkumpul di wilayah Minawerot. Kemacetan panjang pun tak terelakan. Dari jalur Soekarno hingga Kecamatan Kema. Terinformasi, ada 46.250 peserta dari 950 jemaat yang hadir sesuai data panitia. Jumlah itu bisa saja lebih karena beberapa peserta datang tanpa mendaftar terlebih dahulu. Ibadah sendiri dimulai sekira pukul 10.00 Wita. Khotbah disampaikan Wakil Ketua Sinode GMIM Pdt Adolf Wenas. Renungan diambil dari kitab Roma 12:2. Dalam khotbahnya, para remaja diminta mampu menjaga diri dan belajar dari pengalaman para pendahulunya. “Remaja GMIM harus mampu jadi teladan dan berubah oleh pembaharuan budi. Agar senantiasa melaksanakan kehidupan seperti firman Tuhan. Suasana makin ramai saat kesaksian pujian Melitha Sidabutar. Tembang lagu ‘Pada Satu Bukit’ dinyanyikan. Dia kembali menyanyikan lagu ‘Penolong yang Setia’ usai ibadah. Sontak suasana penyembahan mengalir dari tengah lokasi acara. Teduh dan menghanyutkan. Lagu pujian ‘Tuhan Tahu’ menutup penampilannya. Pada lagu itu, suara emas Melitha dipadukan dengan Pnt Joune Ganda. Keduanya berduet yang diikuti para peserta yang hadir. Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS) GMIM Pnt Michaela Paruntu berterimakasih kepada para peserta yang sudah ambil bagian di kegiatan ini. Dia turut mengapresiasi panitia pelaksana di bawah pimpinan Bupati Minut Pnt Joune Ganda. “Kiranya dengan penyertaan Tuhan, kegiatan kita ini bisa menyenangkan hati Tuhan,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Bappeda Sulut Elvira Katuuk berharap para remaja gereja dapat menjadi agent of change. Apalagi, kegiatan serupa sempat vakum selama 3 tahun karena pandemi Covid-19. “Mari menjadi garam dan terang dunia Di tempat yang sama, Ketua Umum Panitia Pnt Joune Ganda menyambut hangat para remaja dan pembina yang hadir. Dia mengatakan semua sarana penunjang sudah disiapkan secara matang untuk kesuksesan acara tersebut. Olehnya, para peserta diminta dapat berselebrasi dengan tertib dan lancar. “Biarlah Tuhan yang dimuliakan dalam kegiatan kita ini. Kami panitia semaksimal mungkin menyiapkan kegiatan ini agar bisa membuat para remaja dan pembina berselebrasi dengan nyaman. Kalau ada kekurangan, mohon dimaklumi,” tuturnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian door prize dari panitia. 4 peserta beruntung. Salah satunya mendapatkan hadiah sepeda. Secara bergantian mereka menjawab pertanyaan dari Ketua KPRS GMIM Pnt Michaela Paruntu, Wakil Ketua BPMS GMIM Pdt Adolf Wenas, Ketua DPRD Minut Pnt Denny Lolong, Wakil Bupati Minut Pnt Kevin W Lotulung dan Bupati Minut sekaligus Ketua Umum Panitia Pnt Joune Ganda. Setelah itu, drama kolosal penyalipan Tuhan Yesus disuguhkan. Seluruh peserta menghayati pengorbanan Kristus hingga mati dan bangkit. Selebrasi dilanjutkan dengan pawai Paskah. Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto didampingi Direskrimsus Kombes Pol Stephen Tamuntuan serta Kapolres Minut AKBP Bambang Yudi Wibowo beserta para tamu VIP lainnya melepas rombongan jemaat untuk pawai selebrasi Paskah. (jen) Editor : Grand Regar