DI UJUNG TANDUK! Bupati Minut Joune Ganda Evaluasi Kinerja dr Joice Katuuk, Kans Dicopot
Grand Regar• Minggu, 16 April 2023 | 15:12 WIB
PhotoMANADOPOST.ID—Nasib Direktur RSUD Maria Walanda Maramis dr Joice Katuuk, di ujung tanduk. Usai dikritik akibat kinerjanya yang banjir sorotan, Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda memastikan bakal mengevaluasi yang bersangkutan. Hal itu diungkapkannya kepada Manado Post, Minggu (16/4/2023). “Iya pasti akan kita evaluasi,” tegasnya. Lanjut JG, evaluasi bakal dilakukan sesuai standar pengawasan rumah sakit. “Nanti akan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan pengawasan RS MWM yaitu Pak Sekda. Nanti mereka buat laporan resmi ke saya,” tukasnya. Pada pemberitaan sebelumnya, kinerja Direktur RSUD Maria Walanda Maramis dr Joice Katuuk kembali menuai sorotan. Setidaknya, dalam beberapa waktu terakhir, dia tiga kali sukses bikin malu Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung (KWL). Terbaru, dr Joice Katuuk dinilai gagal memberikan rasa nyaman kepada para peserta Selebrasi Paskah Remaja Sinode GMIM Tahun 2023 di Wilayah Minawerot. Padahal, Bupati Joune Ganda selaku atasannya merupakan ketua umum panitia pelaksana kegiatan akbar tersebut. Beredar video viral keluhan dari sejumlah pembina remaja yang melaporkan adanya pungutan dari RS plat merah itu. Salah satu pembina remaja Aldie Girot mengungkapkan keluhannya. “Izin Ketua (JG, red), kami Komisi Remaja yang ada di GMIM, ini kami ada yang dari Minahasa dan Tomohon. Dan pelayanan di RS swasta, RS GMIM Tonsea dan Lembean pelayanan mantap. Tapi pelayanan di RS Walanda Maramis kami kena cars, bayar. Bagaimana ini Ketua? Sedangkan ini rumah sakit Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Di rumah sakit Lembean dan Tonsea bagus, tidak ada pembayaran. Cuma di Walanda ini yang kami bayar,” sorotnya. Sayangnya, saat dikonfirmasi dr Joice Katuuk enggan memberikan tanggapan. Panggilan telepon dan WhatsApp urung dibalas. Diketahui, dia memang dikenal sebagai salah satu pejabat yang memiliki komunikasi paling buruk dengan awak media. Akibat insiden tersebut, berbagai kritikan datang. Katuuk bahkan diminta agar dicopot dari jabatannya. Aktivis sosial pemerintahan Minut William Luntungan mengaku geram dengan kinerja Direktur RSUD Walanda Maramis. Kata dia, di tahun ini saja sudah tiga kali dr Joice Katuuk menarik perhatian luas masyarakat. Dia merinci, yang pertama viral itu terkait pemecatan THL yang sudah sekian tahun mengabdi tanpa tunjangan. Plus pemotongan tunjangan dari para tenaga kesehatan. Kedua, pembiaran pasien tanpa ditangani dokter selama lima hari. Dan masalah penanganan peserta selebrasi paskah remaja menjadi yang ketiga kali. “Ini artinya memang tidak bisa melaksanakan tugas sebagai seorang Direktur Rumah Sakit. Seharusnya mundur bukan lagi harus tunggu dicopot,” tegasnya. Baginya, baru kali ini RS kebanggaan masyarakat Tanah Tonsea itu, hattrick mempermalukan Minut. “Bayangkan dalam waktu tidak lebih dari 30 hari, Rumah Sakit Maria Walanda Maramis viral di medsos. Kami mendesak Bupati Minahasa Utara agar segera mencari pengganti yang lebih mampu,” tandasnya. (jen) Editor : Grand Regar