Data indeks kebahagiaan tersebut dirangkum selama medio tahun 2014 dan 2017-2021. Dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut pada tanggal 13 Januari 2022.
Menurut BPS, metode penghitungan Indeks Kebahagiaan tahun 2017-2021 berbeda dengan metode tahun 2014.
Indeks Kebahagiaan 2017-2021 diukur menggunakan 3 (tiga) dimensi. Yaitu Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia).
Sementara Metode sebelumnya (2014), Indeks Kebahagiaan hanya diukur menggunakan satu dimensi yaitu Kepuasan Hidup (Life Satisfaction).
Diketahui, Sulut adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Sulawesi. Provinsi ini memiliki luas wilayah sekitar 15.000 km persegi dan memiliki populasi sekitar 2,5 juta jiwa (berdasarkan data tahun 2021).
Seperti halnya di daerah lain di Indonesia, warga Sulut memiliki berbagai cara untuk meraih kebahagiaan. Beberapa hal yang mungkin dapat membuat warga Sulawesi Utara merasa bahagia antara lain:
Kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman. Tradisi gotong royong dan keakraban antarwarga menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara, yang dapat memberikan rasa kebahagiaan dan kehangatan di antara mereka.
Kuliner khas daerah. Sulawesi Utara terkenal dengan beragam masakan lezat seperti tinutuan (bubur Manado), cakalang fufu, rica-rica, dan masih banyak lagi. Menikmati makanan khas ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membangkitkan kebahagiaan.
Keindahan alam. Sulawesi Utara memiliki keindahan alam yang luar biasa, mulai dari pantai, gunung berapi, hingga taman nasional. Menikmati keindahan alam ini bisa membuat warga Sulawesi Utara merasa bahagia dan bersyukur atas kekayaan alam yang dimilikinya.
Kegiatan olahraga dan rekreasi. Warga Sulawesi Utara memiliki beragam kegiatan olahraga dan rekreasi, seperti berenang, bersepeda, hiking, dan lain sebagainya. Kegiatan ini dapat memberikan rasa bahagia dan kepuasan tersendiri bagi mereka.
Kegiatan budaya dan religi. Sulawesi Utara memiliki keanekaragaman budaya dan agama yang kaya, seperti tradisi adat Minahasa, upacara keagamaan, dan lain sebagainya. Kegiatan ini dapat memberikan rasa kebahagiaan dan keterikatan dengan identitas budaya dan agama mereka.(gnr)
Editor : Grand Regar