Diperkirakan tinggal setahun ke depan bisa menampung sampah.
“Diperkirakan TPA Sumompo tinggal satu tahun untuk menampung sampah masyarakat di Kota Manado,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado Franky Porayow.
Baca Juga: Majukan Pertanian, Gubernur Sulut Terima Penghargaan di Penas XVI
Porayow mengungkap, TPA Ilo-ilo yang direncanakan akan menggantikan fungsi TPA Sumompo, hingga kini belum dapat dimanfaatkan.
“Torang mo buang disitu (di TPA Ilo-ilo), mar masih baku tunggu. Karena di Provinsi bilang ada tunggu-tunggu mo uji coba dulu, tapi sampe sekarang belum,” urai Kadis dengan dialeg Manado kental.
Sementara itu, mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulut Alexander Wattimena dalam akun media sosialnya menyebutkan bahwa peralatan untuk operasional TPA Ilo-ilo belum dilengkapi.
Baca Juga: Majukan Pertanian: Gubernur Sulut Olly Dondokambey Menerima Penghargaan di Penas XVI
“Sudah selesai, tapi peralatannya belum lengkap,” urai Wattimena belum lama ini.
Diketahui, TPA Ilo-ilo dibangun oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk sejak September 2020 dengan anggaran sejumlah Rp128 miliar pada area pembangunan seluas 8,7 hektar dari total luas area 30 hektar yang direncanakan dikelola secara sanitary landfilled/ Sanfil.
TPA ini direncanakan akan dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan oleh 5 kabupaten/ kota yakni Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Minahasa Utara. (des)
Editor : Tanya Rompas