Padahal, TPA yang memakan dana sekitar Rp128 miliar APBN ini, direncanakan bakal menggantikan fungsi TPA Sumompo yang sekarang nyaris full.
Mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulut Alexander Wattimena dalam akun media sosialnya menyebutkan, peralatan untuk operasional TPA Ilo-ilo belum dilengkapi.
Baca Juga: TPA Sumompo Manado Nyaris Full, TPA Pengganti Belum Jelas Kapan Difungsikan
“Sudah selesai, tapi peralatannya belum lengkap,” urai Wattimena belum lama ini.
Diketahui, TPA Ilo-ilo dibangun oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk sejak September 2020 dengan anggaran sejumlah Rp128 miliar pada area pembangunan seluas 8,7 hektar dari total luas area 30 hektar yang direncanakan dikelola secara sanitary landfilled/ Sanfil.
TPA ini direncanakan akan dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan oleh 5 kabupaten/ kota yakni Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Minahasa Utara.
Baca Juga: Majukan Pertanian, Gubernur Sulut Terima Penghargaan di Penas XVI
Sementara itu, daya tampung TPA Sumompo nyaris full. Diperkirakan tinggal setahun ke depan bisa menampung sampah.
“Diperkirakan TPA Sumompo tinggal satu tahun untuk menampung sampah masyarakat di Kota Manado,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado Franky Porayow.
Porayow mengungkap, TPA Ilo-ilo yang direncanakan akan menggantikan fungsi TPA Sumompo, hingga kini belum dapat dimanfaatkan.
Baca Juga: Wagub Sulut Hadiri National Day of Russia 2023
“Torang mo buang disitu (di TPA Ilo-ilo), mar masih baku tunggu. Karena di Provinsi bilang ada tunggu-tunggu mo uji coba dulu, tapi sampe sekarang belum,” urai Kadis dengan dialeg Manado kental.(des)
Editor : Tanya Rompas