Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Perayaan Pengucapan Syukur Bulan September, Merupakan Perintah Tuhan Kepada Bangsa Israel 

Tommy Waworundeng • Selasa, 4 Juli 2023 | 15:26 WIB

 

Tanah perjanjian. Jika sudah tiba di tanah suci ini, Tuhan perintahkan Bangsa Israel agar merayakan Pengucapan Syukur
Tanah perjanjian. Jika sudah tiba di tanah suci ini, Tuhan perintahkan Bangsa Israel agar merayakan Pengucapan Syukur
 MANADOPOST.ID – Perayaan Pengucapan Syukur bulan September, merupakan perintah Tuhan kepada bangsa Israel. Perintah Tuhan itu disampaikan Tuhan kepada Nabi Musa dan kemudian Musa menyampaikan kepada orang Israel firman tentang hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan.

Firman Tuhan itu disampaikan Tuhan Allah kepada Musa, saat Musa membawa Bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan  Mesir menuju tanah Kanaan. Tanah Kanaan tersebut merupakan tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Bani Israel sebagai tanah yang berlimpah susu dan madu.

Perintah Tuhan kepada Bangsa Israel, ada tiga hari raya utama yang wajib dirayakan tiap tahun oleh orang Israel ketika mereka sudah tiba dan mendiami tanah perjanjian. Salah satu yakni pengucapan syukur atau hari raya  Pondok Daun.

Perintah Tuhan ini, tertulis jelas dalam Firman Tuhan yang terdapat dalam Alkitab Perjanjian Lama. Seperti di Kitab Keluaran 23:16, Ulangan 16:13-17, Bilangan 29:12-40, dan Imamat 23:39-44.

Antara lain dalam Ulangan 16:13-17. Demikian Fiman Tuhan: Hari raya Pondok Daun haruslah kaurayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu   dan tempat pemerasanmu.

Haruslah engkau bersukaria  pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu.

Tujuh hari lamanya harus engkau mengadakan perayaan bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN; sebab TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala hasil tanahmu dan dalam segala usahamu, sehingga engkau dapat bersukaria   dengan sungguh-sungguh.

Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap  hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi,  pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun.

Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

Kemudian Firman Tuhan yang terdapat dalam Imamat 23:39-44. Demikian bunyinya: Akan tetapi pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu pada waktu mengumpulkan hasil tanahmu, kamu harus mengadakan perayaan bagi TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang pertama haruslah ada perhentian penuh dan juga pada hari yang kedelapan harus ada perhentian penuh.

Pada hari yang pertama kamu harus mengambil buah-buah dari pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah pohon-pohon korma, ranting-ranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa dan kamu harus bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, tujuh hari lamanya.

Kamu harus merayakannya sebagai perayaan bagi TUHAN tujuh hari lamanya dalam setahun; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Dalam bulan yang ketujuh kamu harus merayakannya. Di dalam pondok-pondok daun kamu harus tinggal tujuh hari lamanya, setiap orang asli di Israel haruslah tinggal di dalam pondok-pondok daun, supaya diketahui oleh keturunanmu, bahwa Aku telah menyuruh orang Israel tinggal di dalam pondok-pondok selama Aku menuntun mereka sesudah keluar dari tanah Mesir, Akulah TUHAN, Allahmu."

Demikianlah Musa menyampaikan kepada orang Israel firman tentang hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN.

Pengucapan Syukur Bangsa Israel dikenal juga dengan Hari Raya Pondok Daun atau Hari Raya Tabernakel. Dalam bahasa Ibrani סוכות atau sukkot.

Hari raya ini adalah ucapan syukur Israel atas panen yang dirayakan selama tujuh hari pada bulan purnama antara bulan September dan Oktober.  Tepatnya hari raya ini dirayakan pada tanggal 15 Tisyri menurut penanggalan kalender Ibrani.

Tisyri dalam kalender Ibrani atau kalender Yahudi, terhitung bulan ketujuh. Kalau kalender Masehi atau kalender Gregorian, Tisyri ini terhitung dari pertengahan Septeber sampai pertengahan Oktober. Sehingga perayaan Pengucapan Syukur Bangsa Israel itu terkena pada Bulan September (kalender Masehi). 

Perayaan ini disebut juga "Sukkot" dalam bahasa Ibrani karena aspek utama festival ini adalah sebuah gubuk (sukkah).  

Ini adalah salah satu dari tiga festival ziarah Yahudi, bersama dengan Shavuot dan Paskah. Selama perayaan ini, orang-orang Yahudi berziarah ke Bait Allah di Yerusalem sambil membawa persembahan.

Karena dalam Kitab Ulang 16:13-17,  Firman Tuhan tertulis: Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

Setiap keluarga Yahudi membangun gubuk dengan tiga dinding dan atap yang terbuat dari daun dan daun palem. Gubuk-gubuk ini disiapkan untuk menampung tujuh tamu mistik, Abraham/Ibrahim, Ishak, Yakub, Musa, Harun, Yusuf, dan Daud. Umat Israel yakini tujuh leluhur Bangsa Israel itu akan datang ke gubuk-gubuk yang dibuat selama festival.

Firman Tuhan bermaksud, agar Bani Israel tidak lupa bahwa sebelum diselamatkan Tuhan Allah lewat Nabi Musa. Bahwa leluhur mereka adalah budak. Empat abad hidup diperbudak Bangsa Mesir. Selama masa perbudakan itu, bangsa Israel tinggal di gubuk seadanya, yang dalam perayaan ini dilambangkan dengan gubuk.

Karena itu Tuhan memerintahkan agar Bangsa Israel harus mengucap syukur kepada Tuhan atas kebaikan Tuhan. Karena Tuhan, mereka boleh hidup merdeka di tanah berlimpah susu dan madu.

Secara konseptual, dirayakan sebagai festival panen. Perayaan ini menandai berakhirnya musim panen. Para petani dan keluarga mereka pergi ke Yerusalem untuk mengucap syukur atas hasil panen yang mereka terima. Selama mereka pergi ke Yerusalem, mereka tinggal di gubuk.

Kenapa mereka harus pergi ke Tanah Suci Yerusalem setahun tiga kali. Karena di Tanah Suci ada Bait Suci yang dibangun Raja Salomo. Bait Suci itu menjadi kiblat orang Israel untuk sembayang kepada Tuhan Allah Semesta Alam.

Karena hanya di tempat itu, hadirat Tuhan turun dari sorga ke bumi.  Hanya di Tanah Suci atau tempat Maha Kudus (Al’Quds) itu, ada altar bagi Bangsa Israel boleh membawa persembahan korban bakaran yang berbauh harum dipersembahakan kepada Tuhan Allah Pencipta Langit dan Bumi dan segalah isinya.

Bukan kebetulan. Tapi bisa diaminkan, jika sekarang ini Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan Pemerintah Daerah sepakat menggelar pengucapan syukur serentak pada Bulan September, merupakan perintah Firman Tuhan dalam Alkitab.(tommy waworundeng)

 

 

Editor : Tommy Waworundeng
#Pengucapan Syukur #bangsa Israel #allah #Tuhan