Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Nakes Sulut Belajar Penanganan Nyeri, Kerja Sama FK Unsrat dan RSUP Kandou

Tanya Rompas • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 10:48 WIB

Photo
Photo
MANADOPOST.ID- Sulut makin kokoh jadi daerah medical tourism. Terbaru adalah penanganan nyeri secara nasional berpusat di bumi nyiur melambai. Seiring diselenggarakan learning IPM di Manado dan Bunaken selama sepekan ini.

Ini diselenggarakan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Unsrat bersama RSUP Kandou Manado. Diikuti secara nasional, berlangsung hybrid.

Tercatat ada ratusan peserta berpartisipasi. Mulai dari 40 orang dokter spesialis dan 120 orang dr umum serta 30 orang perawat. Datang dari berbagai daerah, Jakarta, Bandung, Papua dan daerah lainnya. Dalam enam hari pelaksanaan ini, di hari pertama sampai ketiga, dilaksanakan workshop khusus dr spesialis. Diajarkan berlajar mempertajam ilmu menyuntik secara presisi dengan panduan C-ARM dan USG.

Photo
Photo

Pun kemarin, Jumat (4/8), telah berlangsung simposium dan workshop untuk dr spesialis pemula bersama dokter umum serta para perawat. Dengan sistem terpisah sesuai profesi tenaga kesehatan tersebut.

Halnya disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi cabang Sulut 1 meliputi Sulut, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara dr Christopher Lampah. "Kita kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unsrat dan RSUP Kandouw Manado, untuk mengadakan baksos khusus nyeri. Jadi kita memang khusus penanganan nyeri," katanya kemarin.

Lanjutnya menjelaskan penanganan nyeri yang dilakukan bersifat saraf, nyeri otot dan nyeri karena trauma. "Penanganan kita ini adalah penanganan yang langsung ke stuktur yang mengakibatkan nyeri. Misalnya dia nyeri bahu, kita lihat struktur apa yang mengalami kerusakan disitu. Setelah kita dapatnya struktur yang mengalami kerusakan, kita melakukan penanganan langsung ke struktur itu," terangnya menambahkan penanganan tersebut meminimalisir untuk pasien minum obat.

Photo
Photo

"Karena ada efek berguna ada juga efek sampingnya. Kalau penanganan nyeri ini, selain obat-obatan, kita langsung ke istilahnya melakukan penyuntikan atau intervensi langusng ke area yang menyebabkan nyeri. Sehingga pasien ini tidak perlu minum obat, namun memang ada yang harus minum obat yang sifatnya tidak membahayakan dan memberikan efek samping," tegasnya.

Ditambahkan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dr Theresia CT Novy bahwa kegiatan ini menyampaikan tentang penanganan nyeri secara kompetensif. Dirinya yang merupakan dokter spesialis penanganan nyeri ini, merupakan juga narasumber menegaskan, penanganan dimulai dari tingkat yang paling dasar.

"Kami menyampaikan tentang penanganan nyeri secara komprehensif. Mulai dari penanganan konservatif rehabilitasi, fisio seperti dihangatkan, dipanaskan yang terkait dengan nyeri supaya bisa sembuh tanpa obat-obatan. Plus kalau sudah harus pakai obat itu seperti apa," katanya menambahkan kemudian ada masalah nyeri yang disebabkan masalah otot, tukang, sendi, atau cedera otot karena olahraga pun masalah di anak serta lansia.

"Semuanya itu bagaimana menangani nyeri. Yang di bagian kedokteran fisik dan rehabilitasi itu, memang kita melakukan penanganan tersebut. Dan kita bagikan kepada seluruh dokter yang hadir. Dan para dokter spesialis itu menyebar dari Sabang sampai Merauke," tegasnya.

Tak sampai disitu, dia berharap agar dari dokter umum sudah bisa menangani nyeri. "Dengan tahapan-tahapan yang ada. Sehingga harus dokter spesialis nyeri yang bisa menangani nyeri lebih baik dan mudah-mudahan. Sebab kalau nyeri yang kronik itu menjadi stak sampai sekarang, karena etnologi kedokteran belum sejauh itu menjangkau penanganan nyeri. Dengan resiko besar pun dengan biaya yang bisa mencapai miliaran rupiah, itu pun belum tentu bisa menangani nyerinya," ungkapnya sembari terus berharap para dokter sudah bisa menangani nyeri sejak awal.

"Siapa yang tidak perlu penanganan yang seperti diatas. Jadi pengobatan dilakukan dari level yang paling rendah dengan biayanya murah. Maka diharapkan Manado dapat menjadi pusat pengobatan nyeri nasional. Jadi tidak perlu ke laur negeri untuk berobat. Kalaupun bisa orang luar yang datang ke Manado. Ini sangat penting SDM belajar tentang penanganan nyeri. Harapanya SDM segera dapat bisa menangani," ungkapnya yang juga dipercaya mengajar penanganan nyeri sampai ke beberapa negara lain.(rez)

Editor : Tanya Rompas
#Nakes #Penanganan Nyeri #Sulut